DIBAWAH ARUS HUJAN, JALAN UMUM TERTIMBUN

- Jurnalis

Jumat, 26 April 2019 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo : Agustiwan

Photo : Agustiwan

WIDEAZONE.COM, MUARA ENIM — Lahan kaplingan di Desa Kepur ke arah Desa Lawai, saat ini dalam keadaan darurat.

Tanah di dekat kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muara Enin tertimbun tanah merah akibat dibawa arus hujan.

Terkait soal itu, masyarakat di sekiatr lahan bertanya-tanya ditimbunnya lahan terdebut.

“Kami tak mengerti untuk apa lahan di Desa Kepur itu ditimbun tanah,” ujar Darwis (41), warga setempat menanyakan penimbunan jalan tersebut, Sabtu (26/4/2019).

Menurut Darwis, sebelumnya tanah tersebut tertimbun karena terbawa arus hujan, tanah tersebut merupakan jalan umun. Namun tanpa ada masalah, tiba-tiba jalan itu tertimbun tanah merah.

Baca Juga:  Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Darwis meminta pemerintah setempat untuk mengatasi persoalan jalan tersebut. Sebab, katanya, setelah jalan umum itu tertimbun, saat ini masyarakat sudah tak dapat melewatinya lagi.

“Saya bingung, apakah jalan yang ditimbun atau tertimbun terbawa arus hujan itu akan ditingkatkan menjadi jalan kelas I atau lebih menjngkat dari sebelumnya. Atau, apakah lokasi tu akan dijadikan areal perkantoran. Harusnya dijelaskan ke masyarakat lewat papan nama,” katanya.

Menanggapi keresahan warga, pengamat sosial kemasyarakatan dan politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fattah Palembang, Dr Tarech Rasyid, mengatakan seharusnya, sebelum jalan masyarakat tu dibangun untuk program sesuatu, harus melalui program terbuka.

Baca Juga:  Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

“Misalnya melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, dijelaskan melalui papan nama yang dipasang di lokasi itu. Dengan demikian tidak terjadi kecurigaan masyarakat ” ujar Tarech Rasyid saat diminta tanggapannya terkait penimbunan jalan masyarakat tersebut.

Karena itu, kata Tarech, pemerintah setempat dapat menjeleaskannya ke masyarakat. Dengan demikian tidak akan terjadi kecurigaan yang dapat menumbuhkan situasi sosial yang tak kondusif. (Agustiawan/eddy yusuf)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Pembunuhan Sadis Perempuan di Muara Enim Dipicu Hal Sepele
Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Harlah ke-10 Ponpes Hidayatullah Mubtadiin
Diduga Gelapkan Hak Perangkat Desa Rp700 Juta, Kades Betung Dilaporkan ke Polda Sumsel

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:25 WIB

Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Berita Terbaru