Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Ekonomi Indonesia 2026 saat ini masih dalam keadaan krisis, dipengaruhi faktor eksternal, terutama konflik geopolitik global yang mendorong lonjakan harga energi dan tekanan inflasi.

Meski, hal ini belum menunjukkan gejala krisis sistemik seperti 1998, dinamika ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan masyarakat.

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang, Amidi menilai kondisi ekonomi saat ini dinilai berbeda secara fundamental dibanding krisis 1998.

“Jika krisis 1998 dipicu oleh instabilitas politik dalam negeri yang berujung pada pergantian kepemimpinan nasional dan kepanikan pasar, situasi terkini lebih dipengaruhi faktor eksternal, terutama konflik geopolitik global yang mendorong lonjakan harga energi dan tekanan inflasi,” ungkapnya dikutip WIDEAZONE.com, Rabu 22 April 2026.

Amidi berujar kenaikan harga minyak dunia berdampak langsung pada biaya produksi dan distribusi, yang kemudian memicu inflasi serta tekanan terhadap nilai tukar. Meski belum menunjukkan gejala krisis sistemik seperti 1998, dinamika ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan masyarakat.

Baca Juga:  Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

“Di tengah kondisi tersebut, langkah efisiensi anggaran menjadi salah satu respons yang dinilai relevan. Namun, kebijakan pengetatan pengeluaran harus dijalankan secara selektif,” ujarnya.

Pengurangan belanja yang tidak tepat sasaran justru berisiko menurunkan kinerja sektor publik dan swasta. Kebijakan seperti work from home [WFH] misalnya, perlu dievaluasi agar tidak berdampak pada produktivitas.

Sumsel Diminta Perkuat Optimasi

Di daerah, ungkap Amidi, termasuk Sumatera Selatan, pergerakan ekonomi masih sangat bergantung pada kondisi nasional. Ketika ekonomi nasional mengalami tekanan, dampaknya turut dirasakan di daerah.

Oleh karena itu, menurutnya, kebijakan seperti WFH yang diadopsi daerah merupakan refleksi dari situasi makro yang lebih luas. Namun demikian, pemerintah daerah dinilai memiliki ruang untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Salah satu langkah strategis adalah mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam [SDA].

Baca Juga:  Kapolres OKU Timur Tak Berikan Toleransi bagi Pelaku Karhutla

“Percepatan pembangunan infrastruktur kunci seperti Pelabuhan Tanjung Carat dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing dan memperlancar distribusi logistik. Di sisi lain pemerintah harus mengambil kebijakan yang berimbang antara kepentingan politik dengan kepentingan ekonomi serta harus memberi pemahaman kepada Legislatif tentang kondisi.saat ini,” sebutnya.

Meski demikian, para pemangku kepentingan diharapkan lebih mengedepankan kepentingan ekonomi nasional di tengah tekanan global saat ini. Jika konflik global yang memicu lonjakan harga energi terus berlanjut, risiko pelemahan ekonomi akan semakin besar.

Kenaikan harga bahan bakar berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, menekan daya beli masyarakat, serta memicu keresahan sosial. Dunia usaha pun diperkirakan akan menghadapi ketidakpastian yang lebih dalam.

“Situasi ini menjadi peringatan bahwa stabilitas ekonomi membutuhkan respons cepat, terukur, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang,” pungkas dia.

Laporan/Editor Abror Vandozer 

Berita Terkait

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029
Wadan Satgas Cek Langsung Gladi Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara
Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎
BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata
Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Wadan Satgas Cek Langsung Gladi Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Berita Terbaru