Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMA Negri 12 Palembang menghadirkan program PAKAM atau Prestasi Akademik, Kewirausahaan, dan Kemandirian.

SMA Negri 12 Palembang menghadirkan program PAKAM atau Prestasi Akademik, Kewirausahaan, dan Kemandirian.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Tak sampai separuh lulusan SMA Negeri 12 Palembang, Sumatera Selatan, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kondisi itu mendorong sekolah mengubah cara menyiapkan siswa dengan menghadirkan program PAKAM atau Prestasi Akademik, Kewirausahaan, dan Kemandirian.

Program tersebut dirancang agar siswa tidak hanya mengandalkan ijazah ketika lulus SMA. Selain tetap mengejar prestasi akademik dan peluang masuk perguruan tinggi, siswa dibekali keterampilan yang dapat menjadi modal untuk bekerja maupun berwirausaha.

Kepala SMA Negeri 12 Palembang, Dra Hj Purwiastuti Kusumastiwi MM, mengatakan gagasan PAKAM muncul setelah sekolah mengevaluasi kondisi lulusan dan menemukan bahwa jumlah siswa yang melanjutkan kuliah belum mencapai 50 persen.

“Kalau anak-anak setelah tamat SMA tidak semuanya melanjutkan ke perguruan tinggi, bagaimana caranya agar mereka tetap memiliki bekal dan lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau membuka peluang usaha,” kata Purwiastuti.

Dari persoalan tersebut, sekolah kemudian mengembangkan konsep **double track**, yakni pendidikan SMA yang tetap menempatkan akademik sebagai fondasi, tetapi dilengkapi keterampilan praktis.

PAKAM memiliki tiga pijakan. Prestasi akademik tetap menjadi dasar, kewirausahaan menjadi bekal pendukung, sedangkan kemandirian menjadi tujuan yang ingin ditanamkan kepada siswa.

“PAKAM itu Prestasi Akademik, kemudian kewirausahaan sebagai penunjang, dan kemandirian menjadi tujuannya. Jadi, anak-anak kami harapkan mampu mandiri dalam berbagai hal,” ujarnya.

Purwiastuti menegaskan keterampilan yang diberikan tidak dimaksudkan untuk menggeser fungsi utama SMA sebagai jenjang persiapan menuju perguruan tinggi. Sebaliknya, program tersebut membuka pilihan bagi siswa yang memiliki rencana berbeda setelah lulus.

“Bagi yang ingin kuliah, tentu tetap kami dorong untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Tetapi bagi yang memilih bekerja atau berwirausaha, mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa menjadi modal awal,” katanya.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Prabumulih Mediasi Sengketa Dokter Bedah dengan Rumah Sakit Swasta

Dibekali Keterampilan Tanpa Biaya Tambahan

Program PAKAM juga dirancang agar dapat diakses siswa tanpa pungutan khusus. Pelaksanaannya didukung melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Karena sudah ada program pemerintah, pembiayaannya menggunakan dana BOS sesuai ketentuan. Jadi siswa bisa mendapatkan keterampilan tanpa harus memikirkan biaya tambahan,” ujar Purwiastuti.

SMA Negeri 12 Palembang menjadi salah satu sekolah yang mengembangkan konsep PAKAM sebagai proyek percontohan. Program tersebut kemudian mendapat perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan diadopsi menjadi salah satu program di tingkat provinsi.

Sekolah juga membuka diri bagi SMA lain yang ingin mempelajari konsep tersebut.

Gandeng Dunia Usaha, Siswa Belajar Skill Digital

Agar keterampilan siswa tidak berhenti pada teori, SMA Negeri 12 Palembang membangun kemitraan dengan sejumlah pihak, di antaranya Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI), SMK Negeri 5 Palembang, dan SMK Negeri 6 Palembang.

Materi keterampilan yang dikembangkan juga mulai menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital. Siswa antara lain mendapatkan pembelajaran desain grafis dan digital marketing.

“Proses pembelajarannya sekarang sudah berjalan. Kami sudah membangun kemitraan dengan beberapa pihak, termasuk ASPEDI, SMK Negeri 5 dan SMK Negeri 6. Kami juga bekerja sama dengan perusahaan yang menerapkan ilmu dan teknologi di Sumatera Selatan,” katanya.

Sekolah juga tengah menjajaki peluang tindak lanjut bagi lulusan yang ingin langsung bekerja, termasuk kemungkinan akses penyaluran melalui lembaga pemerintah resmi bagi siswa yang memiliki minat bekerja di luar negeri.

Baca Juga:  SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh

Menurut Purwiastuti, langkah tersebut merupakan upaya memperluas pilihan masa depan siswa. Sekolah tidak ingin lulusan hanya dibekali nilai akademik, tetapi juga kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata.

“Anak-anak kami diberikan keterampilan supaya mereka memiliki peluang untuk berkembang dan lebih maju,” ujarnya.

Siswa: Tak Harus Memilih Satu Jalan

Program PAKAM mendapat respons positif dari siswa. Belinda Mutiara, Ketua OSIS kelas 12 SMA Negeri 12 Palembang, menilai program tersebut memberikan ruang bagi siswa SMA untuk mengembangkan keterampilan yang selama ini lebih identik dengan pendidikan kejuruan.

“Program PAKAM ini sangat membantu. Selama ini kami belajar, belajar, dan belajar tanpa mendapatkan keterampilan secara khusus. Dengan adanya PAKAM, siswa SMA juga mendapat kesempatan mengembangkan skill,” kata Belinda.

Menurutnya, setiap siswa memiliki bakat dan kreativitas berbeda yang dapat diasah melalui program tersebut.

“Skill yang kami punya bisa dikembangkan dan diasah lagi sesuai dengan ide, kreativitas, bakat, dan kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Belinda menilai PAKAM membuat siswa memiliki lebih banyak pilihan setelah lulus.

“Kami sudah disiapkan. Kalau mau kuliah bisa kuliah, kalau mau bekerja juga bisa, dan kalau mau berwirausaha juga bisa. Bahkan kuliah sambil bekerja juga memungkinkan,” katanya.

Bagi SMA Negeri 12 Palembang, PAKAM kini diarahkan bukan sekadar menjadi program tambahan, melainkan strategi untuk menghadapi kenyataan bahwa tidak semua lulusan SMA menempuh jalur yang sama.

Laporan Hasan Basri | Editor Abror Vandozer 

Berita Terkait

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Berita Terbaru