Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi II DPRD Sumsel Fenus Antonius.

Sekretaris Komisi II DPRD Sumsel Fenus Antonius.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Di tengah klaim surplus produksi beras hingga 4 juta ton gabah, masyarakat Sumatera Selatan justru dihadapkan pada kenyataan pahit: beras premium kemasan 5 kilogram langka di pasaran. Kelangkaan ini memicu ancaman panic buying dan inflasi.

Fakta ironis ini terungkap dalam rapat Komisi II DPRD Sumsel bersama Bulog dan stakeholder pangan lainnya pada Senin 31 Agustus 2026.

Kepala Bulog Wilayah Sumsel Babel, Ikhsan, secara blak-blakan mengakui bahwa stok yang selama ini diklaim aman ternyata bukan untuk seluruh masyarakat.

“Stok kita itu cukup untuk 10 bulan ke depan, tapi itu bukan untuk Sumatera Selatan semuanya. Itu hanya untuk penugasan pemerintah saja, yaitu bantuan pangan dan SPHP. Masyarakat Sumsel ini kan tidak semuanya makan beras medium, ada yang makan beras premium,” ujar Ikhsan.

Baca Juga:  Kapolres OKU Timur Tak Berikan Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Ia merinci, stok penugasan tersebut hanya 33 ribu ton untuk bantuan pangan periode Juli-September dan sekitar 10 ribu ton untuk SPHP, dengan proyeksi stok akhir Desember hanya 70 ribuan ton. Sementara serapan Bulog dari produksi petani Sumsel hanya 4 persen atau 123 ribu ton dari total potensi 2,6 juta ton setara beras.

Di sisi lain, Komisi II DPRD Sumsel menilai kelangkaan ini adalah kegagalan regulasi pemerintah provinsi.

“Kita minta Bulog mengambil langkah strategis supaya tidak terjadi panic buying dan inflasi yang luar biasa. Hari ini kita rumuskan regulasinya seperti apa,” tegas Sekretaris Komisi II DPRD Sumsel Fenus Antonius.

DPRD bahkan mendesak Gubernur Sumsel untuk segera mengeluarkan Peraturan Gubernur [Pergub] untuk melarang gabah keluar dari Sumsel, karena lambatnya mekanisme Perda dinilai tidak mampu mengantisipasi krisis.

Baca Juga:  Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios

Kondisi semakin diperparah dengan keluhan produsen. Dari hasil sidak lapangan, produsen mengaku menyerah memproduksi beras 5 kg.

“HPP mereka membeli gabah itu terlalu tinggi di masyarakat dengan harga Rp 7.700 per kilogram, ditambah biaya kemasan 5 kilogram dan biji plastik yang naik, serta upah buruh yang lebih mahal. Itu membuat harga melonjak di atas HET pemerintah. Mereka tidak sanggup, makanya mereka tidak memproduksi,” ungkapnya.

Akibatnya, produsen memilih stop produksi beras premium 5 kg, yang menjadi penyebab utama kelangkaan di pasaran.

Menanggapi hal itu, Bulog hanya bisa berjanji akan mengamankan beras medium SPHP sebagai substitusi jika masyarakat beralih dari beras premium yang hilang di pasaran. Namun hingga kini, belum ada solusi konkret untuk mengembalikan beras premium 5 kg ke rak-rak pasar. [Abror Vandozer]

Berita Terkait

Petani OKU Timur Diperkuat! 223 Pompa, 32 Traktor Roda Empat hingga 20 Combine Harvester Hadapi Terjangan El Nino
Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar
BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎
200 Mobil Listrik Asal Vietnam Bakal Ngaspal di Palembang, Pantik Sorotan Tajam DPRD, Dishub Belum Tahu Soal Sertifikasi Supir
PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan
Ironi Efisiensi di Ogan Ilir: Sewa Ratusan Mobil untuk Operasional Pejabat
PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎
70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Petani OKU Timur Diperkuat! 223 Pompa, 32 Traktor Roda Empat hingga 20 Combine Harvester Hadapi Terjangan El Nino

Minggu, 6 September 2026 - 11:48 WIB

Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎

Sabtu, 5 September 2026 - 13:03 WIB

200 Mobil Listrik Asal Vietnam Bakal Ngaspal di Palembang, Pantik Sorotan Tajam DPRD, Dishub Belum Tahu Soal Sertifikasi Supir

Sabtu, 5 September 2026 - 06:37 WIB

PT TSM Bikin Kejutan di Hari Pelanggan Nasional, Komisaris Bagikan Makanan Bergizi Langsung ke Pelanggan

Berita Terbaru