ASN Pemkot Palembang Galang 22 Ton Beras, Wujud Kepedulian bagi Warga Terdampak Kabut Asap

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau 22 ton beras dari galangan ASN Pemkot, dan kemudian akan digelontorkan bagi warga terdampak asap Karhutla

Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau 22 ton beras dari galangan ASN Pemkot, dan kemudian akan digelontorkan bagi warga terdampak asap Karhutla

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan [karhutla] ditunjukkan Aparatur Sipil Negara [ASN] dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [P3K] di lingkungan Pemerintah Kota Palembang. Melalui gerakan urunan beras, mereka berhasil menghimpun bantuan sebanyak 22 ton untuk masyarakat rentan miskin.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian sosial aparatur pemerintah terhadap warga yang tengah menghadapi kesulitan akibat kabut asap.

Menurutnya, gerakan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada jumlah bantuan yang terkumpul, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan tanggung jawab ASN sebagai pelayan masyarakat.

“Ini bukan soal berapa kilo berasnya, tapi soal rasa. Alhamdulillah, terkumpul 22 ton beras dari hasil urunan ikhlas teman-teman ASN dan P3K Pemkot Palembang. Gerakan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kita sebagai pelayan masyarakat,” ujar Ratu Dewa, Selasa 14 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, dampak kabut asap tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memperburuk kondisi kesehatan dan menekan perekonomian masyarakat, terutama warga yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.

Baca Juga:  200 Mobil Listrik Asal Vietnam Bakal Ngaspal di Palembang, Pantik Sorotan Tajam DPRD, Dishub Belum Tahu Soal Sertifikasi Supir

Situasi tersebut, lanjutnya, menuntut pemerintah untuk hadir melalui langkah konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Di tengah dampak kabut asap karhutla ini, banyak warga kita, terutama yang rentan miskin, merasakan beban yang berat. Aktivitas terbatas, kesehatan terganggu, ekonomi pun melambat. Maka, semangat gotong royong ini kita harapkan dapat meringankan beban warga,” katanya.

Ratu Dewa menegaskan, keterlibatan ASN dalam aksi sosial menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada pelaksanaan tugas administratif di kantor. Aparatur pemerintah juga diharapkan memiliki kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi warga.

“Dari kepedulian menjadi aksi. Inilah yang ingin kita bangun. ASN Palembang harus menjadi contoh, menjadi penggerak kebaikan. Kita ingin memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah tidak boleh jauh dari rakyatnya, apalagi saat rakyat sedang susah karena asap,” tegasnya.

Bantuan beras sebanyak 22 ton tersebut akan disalurkan secara bertahap kepada warga yang telah terdata di wilayah dengan dampak kabut asap paling signifikan. Kelompok prioritas meliputi masyarakat miskin, lanjut usia (lansia), serta warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Baca Juga:  Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi yang sulit.

Wali Kota Palembang itu juga mengajak berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan serupa. Ia berharap badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta kalangan swasta dapat mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak.

“Terima kasih untuk seluruh ASN dan P3K yang sudah berpartisipasi. 22 ton ini adalah bukti cinta kita untuk Palembang. Mari terus jaga semangat ini, Palembang ini milik kita, warganya adalah keluarga kita,” ungkapnya.

Pemkot Palembang berharap gerakan solidaritas tersebut dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus membantu menjaga kondisi sosial ekonomi warga rentan. Di sisi lain, upaya penanganan dan pencegahan karhutla juga terus menjadi perhatian guna mengurangi dampak kabut asap terhadap kehidupan masyarakat.

Aksi urunan beras ini menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian bersama memiliki peran penting dalam menghadapi situasi darurat, terutama ketika kelompok masyarakat yang paling rentan membutuhkan dukungan.

Berita Terkait

Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya
Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat
Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:17 WIB

ASN Pemkot Palembang Galang 22 Ton Beras, Wujud Kepedulian bagi Warga Terdampak Kabut Asap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Berita Terbaru