7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.

Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.
‎
‎Di tengah wajah Palembang yang terus berubah, tujuh anggota TACB ini menjadi salah satu benteng penting untuk memastikan bangunan, kawasan, dan warisan budaya yang merekam perjalanan panjang kota tidak tersingkir atas nama modernisasi. Wali Kota Palembang Ratu Dewa bahkan menegaskan, pembangunan dan pelestarian bukan dua hal yang harus dipertentangkan.
‎
‎”Palembang harus terus berkembang, tetapi sejarah dan warisan budayanya jangan sampai hilang,” tegas Ratu Dewa saat pelantikan di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik.
‎
‎Ratu Dewa mengingatkan, tugas TACB bukan sekadar memberikan penilaian terhadap bangunan bersejarah. Lebih dari itu, mereka membawa kepentingan masyarakat untuk menjaga identitas Palembang sebagai kota tua dan kota pusaka.
‎
‎”Kalau kita berbicara tentang cagar budaya, cakupannya sangat luas. Bukan hanya bangunan, tetapi juga banyak hal yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan,” katanya.
‎
‎Ia meminta seluruh anggota TACB bekerja dengan komitmen penuh. Menurutnya, Palembang harus mampu tumbuh menjadi kota modern tanpa mencabut akar sejarah yang membentuk identitasnya.
‎
‎Komitmen itu, kata Ratu Dewa, telah menjadi perhatiannya sejak menjabat Sekretaris Daerah Kota Palembang hingga kini menjadi wali kota. Ia juga menekankan pentingnya dukungan legislatif dalam menjaga wajah Palembang sebagai kota tua.
‎
‎”Dari awal saya menjabat Sekda Kota Palembang sampai sekarang, saya berharap komitmen ini terus dijaga. Termasuk dukungan dari legislatif, karena cerminan Palembang sebagai kota tua harus kita rawat dan kita kembangkan,” ujarnya.
‎
‎Tujuh anggota TACB yang dilantik yakni Febri Irwansyah sebagai ketua dan Dr Kemas Abdul Rachman Panji SPd MSi sebagai sekretaris.
‎
‎Lima anggota lainnya adalah Sylvia Yolanda ST MM, Dr Jumanah SH MH, Wanda Lesmana SPd MPd, Nyimas Ulfah Aryeni SS MSi, dan Hidayatul Fikri ST.
‎
‎Ketujuhnya akan berhadapan dengan tantangan besar dalam menjaga berbagai peninggalan sejarah Palembang, mulai dari warisan Kesultanan Palembang, peninggalan kolonial, hingga jejak sejarah dari periode setelahnya.
‎
‎Ketua TACB Palembang Febri Irwansyah menegaskan, timnya tidak akan bekerja berdasarkan kepentingan tertentu. Setiap kajian akan dilakukan secara profesional, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
‎
‎_”Kami berkomitmen menjalankan tugas ini secara profesional dan objektif berdasarkan kajian-kajian yang dapat dipertanggungjawabkan,”_ kata Febri.
‎
‎Menurutnya, bangunan dan kawasan bersejarah tidak bisa dipandang hanya sebagai benda lama yang berdiri di tengah kota. Di baliknya terdapat rekam perjalanan panjang Palembang yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.
‎
‎”Palembang memiliki berbagai peninggalan dari masa Kesultanan Palembang, masa kolonial, hingga periode setelahnya. Bangunan dan kawasan tersebut mencerminkan perjalanan sejarah kota dan perlu dilestarikan,” ujarnya.
‎
‎TACB juga akan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga kebudayaan, akademisi, serta masyarakat. Kolaborasi dinilai penting agar upaya pelestarian tidak berhenti pada penetapan status cagar budaya, tetapi berlanjut pada perlindungan dan pemanfaatannya.
‎
‎Pelantikan tujuh anggota TACB tersebut turut dihadiri Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin [SMB] IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan [BPK] Wilayah Sumatera Selatan Romi Hidayat, serta Asisten I Pemkot Palembang Sulaiman Amin.
‎
‎”Doakan kami agar dapat menjalankan amanah ini dengan baik. Kami ingin pembangunan tetap berjalan, tetapi identitas Palembang sebagai kota pusaka juga tetap terjaga,” tutup Febri.

Baca Juga:  Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Laporan/Editor Abror Vandozer 

Berita Terkait

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:24 WIB

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Berita Terbaru