Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

WIDEAZONE.com, BANYUASIN | Seorang petani berinisial S [69] ditemukan tewas mengenaskan setelah mengalami luka akibat senjata tajam. Sontak suasana rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Ironisnya peristiwa ini semakin memilukan, sosok yang diamankan polisi terkait kematian korban tak lain adalah anak kandungnya sendiri, S [32].

Peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Persoalan lahan yang sebelumnya menjadi sumber perselisihan antara ayah dan anak tersebut diduga berujung pada percekcokan yang kemudian berubah menjadi aksi kekerasan.

Dalam kejadian itu, S [32] diduga menyerang ayahnya menggunakan sebilah parang. Korban mengalami luka pada bagian leher. Nyawanya tak tertolong dan ia meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kabar adanya peristiwa berdarah tersebut segera diterima jajaran Polsek Pulau Rimau. Polisi pun bergerak cepat melakukan penyelidikan dan memburu terduga pelaku.

Baca Juga:  Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas

Tak membutuhkan waktu lama, S [32] berhasil diamankan. Polisi juga mengamankan sebilah parang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut sebagai barang bukti.

Kini, terduga pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Pulau Rimau. Polisi masih mengorek keterangan dari saksi maupun terduga pelaku untuk mengungkap secara utuh apa yang sebenarnya terjadi sebelum pertumpahan darah itu terjadi.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino SIK MSi mengapresiasi gerak cepat personelnya dalam menangani perkara tersebut.

“Kami mengapresiasi kesigapan anggota Polsek Pulau Rimau yang berhasil mengamankan terduga pelaku dalam waktu singkat. Sekecil apa pun persoalan, termasuk persoalan keluarga dan lahan, harus diselesaikan melalui jalur musyawarah atau hukum, bukan dengan kekerasan,” ujar Risnan.

Baca Juga:  Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa setiap tindak pidana yang mengakibatkan hilangnya nyawa akan diproses sesuai ketentuan hukum.

Penyidik Polsek Pulau Rimau kini masih memeriksa sejumlah saksi dan terduga pelaku, melakukan gelar perkara, serta mengumpulkan alat bukti untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Perselisihan lahan yang bermula dari persoalan keluarga itu kini berakhir dengan kematian. Satu nyawa melayang, sementara seorang anak harus berhadapan dengan proses hukum akibat dugaan kekerasan terhadap ayah kandungnya sendiri.

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan perselisihan berkembang menjadi kekerasan. Sebab, persoalan yang awalnya hanya berupa pertengkaran dapat berubah menjadi tragedi ketika emosi tak lagi terkendali.

Laporan Desi OY | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD
PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎
Wali Kota Palembang Rombak Jajaran Pejabat Tinggi hingga Fungsional, Ratu Dewa: Jangan Kerja untuk Citra Diri!
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Joncik Muhammad Lontarkan Pesan Menohok
Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama
Ratu Dewa: Pemuda Palembang Harus Berinovasi, Jangan Sekadar Jadi Penonton
Dari Puluhan PTS di Palembang Hanya IGM Dinilai Bapenda Abai Kewajiban Pajak Sejak 2019
Audit Bapenda Ungkap Tunggakan PBB Yayasan STIMIK IGM, Perluasan Bangunan Juga Disorot

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Kado HUT Listrik ke-81, PLN Berhasil Alirkan Gas Natuna ke Batam Pasok 15 MMSCFD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

PBB-P2 atau Nirlaba? Marzuki Alie: Nunggu “RDP” Undangan Resmi Pemkot Palembang, 5.000 Mahasiswa Siaga Kampus ‎

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Joncik Muhammad Lontarkan Pesan Menohok

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Marzuki Alie Akui IGM Nunggak PBB, Minta Pemkot Palembang Duduk Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Ratu Dewa: Pemuda Palembang Harus Berinovasi, Jangan Sekadar Jadi Penonton

Berita Terbaru