PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Kadinkes Palembang dr Fenty Aprina memaparkan kondisi titik Karhutla dan ISPA

Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Kadinkes Palembang dr Fenty Aprina memaparkan kondisi titik Karhutla dan ISPA

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kota Palembang menghadapi krisis berlapis. Di tengah 297 titik kebakaran hutan dan lahan [Karhutla] yang membakar 253 hektar lahan sejak Januari 2026, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut [ISPA] meledak hingga 115.020 kasus dari Januari-Agustus, tertinggi dalam 4 tahun terakhir.

Lonjakan harian pun tak terbendung. Pada awal September 2026 saja, Dinkes mencatat 655 kasus ISPA dalam sehari, naik 79 kasus dari hari sebelumnya yang hanya 576 kasus.
‎
‎Data tersebut terungkap dalam kunjungan Gubernur Sumsel Herman Deru ke Kecamatan Alang-Alang Lebar, pada Senin 7 September 2026, saat Wali Kota Palembang melaporkan langsung kondisi lapangan.
‎
‎Wali Kota Ratu Dewa menyebut, meski lahan yang terbakar adalah lahan mineral bukan gambut, penyebarannya masif. Kemarin saja masih ada 10 titik api aktif hingga malam hari.
‎
‎”Kita kerahkan 30 armada Damkar. Saya sudah perintahkan posko mendekat ke titik rentan, jadi 5-10 menit langsung bergerak padamkan api,” tegasnya.
‎
‎Tak hanya asap, Palembang juga dilanda kekeringan. Dari 3.500 hektar lahan pertanian, 2.700 hektar mengalami kekeringan, terutama di Gandus dan Kertapati, hingga menyebabkan gagal panen karena suplai air putus.
‎
‎Wali Kota mengaku sudah membeli selang 4-6 inch dengan bantuan BPBD Provinsi. ‎Lebih parah lagi, 2 kecamatan dan 4 kelurahan di Sematang Borang, Kalidoni, dan Sukarame hingga kini belum memiliki pipa induk PDAM. Warga terpaksa mengandalkan sumur bor.

Baca Juga:  Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

‎”Kita suplai rata-rata 30 tangki per hari rutin ke perumahan yang kekurangan air bersih. Tandon dan drum juga kita suplai,” kata Wali Kota.

Sementara soal kasus infeksi saluran pernapasan akut [ISPA], Kepala Dinas Kesehatan [Dinkes] Palembang, dr Fenty Aprina, Kecamatan Sukarami wilayah ISPA tertinggi dengan 80 kasus, disusul Seberang Ulu I 67 kasus, dan Jakabaring, SU II, Kalidoni, Sako atau Sematang Borang sama-sama 48 kasus.
‎
‎”Di tingkat Puskesmas, Puskesmas Siring Agung atau Puskesmas 9 Ilir mencatat 33 kasus tertinggi di Palembang,” ungkapnya.
‎
‎Usia Produktif Tumbang, RSUD Kewalahan
‎
‎Ironisnya, yang paling banyak tumbang justru usia produktif 15-59 tahun dengan 274 kasus. Diikuti balita 0-4 tahun 124 kasus, 5-9 tahun 94 kasus, 10-14 tahun 77 kasus, dan lansia >60 tahun 84 kasus.
‎
‎Kondisinya diperparah dengan data rumah sakit. Dalam 5 hari pertama September saja, 393 pasien ISPA masuk rumah sakit se-Kota Palembang, rawat jalan dan rawat inap di RSUP Dr Mohammad Hoesin sebanyak 115 kasus, RS Siloam Sriwijaya berjumlah 100 kasus, sedangkan RS Ar-Rasyid 42 kasus
‎dan RS Charitas di angka 37 kasus.
‎
‎Dinkes mengklaim sebagian besar kasus masih bisa ditangani di Puskesmas. Gejalanya demam, batuk pilek, sakit tenggorokan. Jika demam tinggi dan sesak, baru dirujuk.
‎
‎Namun yang janggal, hasil assessment tim medis rumah sakit menyebut tidak ada kasus ISPA yang dampak langsung dari Karhutla.
‎
‎”Dari assessment rumah sakit, tidak ada yang dari KARHUTLA Pak. Bukan dampak langsung,” ujar Kadinkes.

Baca Juga:  Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Laporan/Editor Abror Vandoze‎r

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Berita Terbaru