Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Sariyansyah Ismail bersama Sang Istri, Fildawati SE. [Foto: AbV-WI]

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Sariyansyah Ismail bersama Sang Istri, Fildawati SE. [Foto: AbV-WI]

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Di balik seragam Dinas Perhubungan yang kini ia kenakan, ada kisah panjang tentang keteguhan seorang anak yatim yang hidup dalam keterbatasan. Itulah Sariyansyah Ismail, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang yang baru.

‎Pria kelahiran Palembang, 15 September 1983 ini tak pernah membayangkan akan sampai di titik ini. Ditinggal ayah meninggal sejak umur 10 tahun, ia dibesarkan oleh seorang ibu guru agama.

‎”Kami orang biasa-biasa saja. Sudah terbiasa dengan kehidupan yang terbatas. Jadi apa-apa itu harus dilakukan sendiri, harus memanfaatkan waktu. Ibu itulah yang mengajari semuanya,” kenangnya.

‎Agama dan disiplin menjadi fondasinya. Lulusan SMA Muhammadiyah 1 Palembang, juara umum angkatan 2001 ini kemudian memberanikan diri mendaftar IPDN. Di tengah persaingan ketat, momentum otonomi daerah di tahun 2001 menjadi jalannya. Jika tahun sebelumnya Sumsel hanya menerima di bawah 10 orang, angkatannya tembus 45 orang dan secara nasional dari 800 menjadi 1.200 orang karena pemekaran provinsi baru.

‎Lulus tahun 2005, karirnya dimulai dari bawah sekali. Tahun 2005-2006 ia menjadi Sekretaris Lurah Seberang Ulu II.

‎”Sebagai Seklur [Sekretaris Lurah] kami punya senior-senior, kami belajar,” ujarnya.

‎Titik balik terjadi pada 2008. Ia ditarik menjadi ajudan protokol. Di sanalah ia belajar inti pemerintahan dan kepemimpinan langsung dari Wali Kota. Namun di saat banyak orang nyaman di posisi ajudan, ia justru mengambil keputusan berani.

‎”Tahun 2013, saat Pak Romi jadi Wali Kota, aku justru minta lepas dari ajudan. Aku tidak mau terlena. Pangkat aku III/C waktu itu. Aku pengen mulai belajar berkarir,” tegasnya.

‎Keputusannya berbuah. Ia dipromosi menjadi Sekretaris Camat Sukarami tahun 2013, lalu naik menjadi Camat Kalidoni pada akhir 2015. Di sana ia bertahan sangat lama, hampir 10 tahun kurang 4 bulan, membawahi wilayah Alang-Alang Lebar.

‎Setelah itu, ia sempat menjadi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup. “Banyak belajar, administrasi dinas dengan kecamatan jauh beda. Ritme kerja lebih teknis,” katanya.

‎Kini, atas kepercayaan Wali Kota, ia dipercaya menahkodai Dinas Perhubungan.

‎”PR Besar” Disiplin ASN hingga Lampu Jalan

‎Menduduki Dishub bukan tugas ringan. Sariyansyah langsung dihadapkan pada dua program besar Wali Kota di antaranya Palembang Terang dan Palembang Bebas Macet yang menjadi bagian dari visi Palembang Gercep.

‎”Arahannya jelas. Pertama perbaikan SDM. Kedisiplinan ASN harus diperbaiki. Seharusnya sudah lebih paham dengan tugas-tugas mereka,” ujarnya.

‎Kedua, masalah klasik kota, kemacetan dan lampu jalan. “Yang paling banyak keluhan sehari-hari ini lampu jalan. Kadang mati, sekali matinya bisa tiga minggu,” ungkapnya.

‎Untuk itu ia menyiapkan terobosan teknologi. Dishub akan membuat sistem dashboard laporan PJU seperti PGU, sehingga setiap titik lampu yang mati bisa dicatat, dipantau, dan ditangani cepat. Selain itu, sarana prasarana yang ada harus dijaga, bukan hanya bisa membeli tapi tidak bisa merawat.

‎Prinsipnya mengalir, tapi memegang satu kunci. “Perjalanan itu tidak bisa dilihat dari saat ini saja. Yang harus kita jaga adalah kepercayaan pimpinan. Sekali orang kehilangan kepercayaan, susah ke depannya. Hati-hati kalau tidak dipercaya lagi,” pesannya.

‎Cita-citanya dari kecil sederhana, melihat gagahnya seragam PNS. Kakeknya dulu menyebut Dishub sebagai polisi kota, LLAJ. Kini ia sendiri yang menjadi polisi kota itu.

‎Di balik jabatan, ia adalah suami dari Fildawati SE dan ayah dari dua anak, Aneska Nadifa yang kini kelas 2 SMA dan Ali Patin kelas 3 SMP. Putra dari almarhum Asmawi dan Kalsumiati ini berharap bisa membawa Dishub lebih jauh dengan bantuan kawan-kawan di Dishub.

‎”Mudah-mudahan bisa dimudahkan, dilancarkan, dimampukan untuk melaksanakan tugas,” tutupnya.

Laporan/Editor Abror Vandozer

Baca Juga:  Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Berita Terkait

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat
Asap Ancam Warga, NasDem Sumsel Buka Posko ISPA Gratis hingga Sebar 40 Ribu Masker Plus Air Mineral‎

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 8 September 2026 - 12:32 WIB

Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB