Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.

Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026, tidak hanya menjadi forum evaluasi program kerja organisasi, tetapi juga menegaskan sikap PGRI terhadap dinamika internal yang belakangan mencuat hingga proses perkara dugaan pemalsuan surat masih berlanjut di Dittipidum Mabes Polri.

‎Ketua III Pengurus Besar [PB] PGRI, Dra Dian Mahsunah MPd, menegaskan Konkerprov merupakan forum strategis tertinggi setelah kongres yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menetapkan arah kebijakan organisasi pada tahun berjalan.

‎”Forum ini akan menghasilkan berbagai rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait kemajuan pendidikan, peningkatan profesionalitas guru, kesejahteraan anggota, hingga perlindungan profesi guru,” kata Dian usai pembukaan Konkerprov PGRI Sumsel.

‎Menurutnya, pelaksanaan Konkerprov berlangsung kondusif dan dihadiri seluruh pengurus PGRI dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Kehadiran penuh tersebut, kata dia, menunjukkan soliditas organisasi yang tetap mengedepankan semangat kekeluargaan dan demokrasi dalam menjalankan program kerja.

‎Menanggapi dinamika organisasi yang berkembang, Dian menegaskan PGRI tetap berjalan berdasarkan konstitusi organisasi dan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga [AD/ART]. Ia mengingatkan bahwa kepengurusan PB PGRI telah ditetapkan melalui Kongres PGRI tahun 2024 yang dihadiri perwakilan anggota dari seluruh Indonesia.

‎”Persoalan yang terjadi hanya melibatkan segelintir orang dan tidak mencerminkan organisasi PGRI yang memiliki sekitar tiga juta anggota di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.
Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.


‎Dian juga menyinggung laporan PB PGRI terhadap seseorang berinisial TS ke Direktorat Tindak Pidana Umum [Dittipidum] Bareskrim Polri atas dugaan pemalsuan surat. Menurutnya, TS diduga menggunakan alamat Gedung Guru Indonesia di Jalan Tanah Abang III, serta kop surat tanpa kewenangan yang sah, padahal [kita] yang berkantor di situ.

‎”Yang bersangkutan menggunakan alamat kantor di Gedung Guru Indonesia dan memakai kop surat PGRI. Itu yang kami laporkan karena diduga merupakan pemalsuan,” katanya.

‎”Proses hukum atas laporan tersebut masih berjalan,” timpal dia.

‎Sementara itu, Wakil Ketua I PGRI Sumsel, Drs Lukman Haris MSi, menjelaskan Konkerprov tahun ini membahas evaluasi program kerja 2025, penyusunan program kerja 2026, serta merumuskan sikap organisasi terhadap berbagai persoalan pendidikan di Sumatera Selatan.

‎Sebanyak 110 peserta dari 17 kabupaten/kota mengikuti agenda tahunan tersebut. Sejak Kamis malam, peserta telah melaksanakan berbagai sidang organisasi, termasuk pembahasan laporan daerah dan kondisi pendidikan di masing-masing wilayah.

‎”Dari laporan yang masuk, baru delapan kabupaten/kota yang menyampaikan pandangannya dan akan dilanjutkan dalam sidang berikutnya,” kata Lukman.

‎Ia mengungkapkan sejumlah laporan peserta juga menyoroti munculnya kelompok yang mengatasnamakan kepengurusan PGRI Sumsel. Menurut Lukman, kepengurusan yang sah di Sumatera Selatan berada di bawah kepemimpinan Prof Bukman Lian, sedangkan di tingkat pusat dipimpin Prof Unifah Rosyidi.

‎Terkait penyegelan yang sempat terjadi, Lukman menyayangkan tindakan tersebut. Menurutnya, jika terdapat perbedaan pandangan di internal organisasi maupun dengan pihak lain, persoalan seharusnya diselesaikan melalui dialog.

‎”Kalaupun ada persoalan, seharusnya dibicarakan secara baik-baik. Aksi seperti itu kurang patut dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga:  Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Laporan/Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:17 WIB

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎

Berita Terbaru