70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi WI-OK

Ilustrasi WI-OK

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pemerintah Kota Palembang menyiapkan penambahan sekitar 70 titik kamera pengawas berbasis Artificial Intelligence [AI] hingga akhir 2026. CCTV tersebut salah satunya akan diarahkan untuk memburu pelaku pencurian aset Penerangan Jalan Umum [PJU].
‎
‎Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang kini tengah memetakan lokasi pemasangan berdasarkan tingkat kerawanan. Data titik rawan masih ditunggu dari Dinas Perhubungan [Dishub] Palembang.
‎
‎Kepala Dinas Kominfo Palembang, Kemas Haikal, mengatakan pemasangan CCTV tambahan merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Palembang untuk memperketat pengawasan terhadap aset PJU yang kerap hilang.
‎
‎”Kami terkait instruksi Pak Wali untuk pemantauan banyaknya aset PJU yang hilang melalui CCTV, kami sedang menyusun dan juga sedang meminta data dari Dinas Perhubungan, titik mana saja yang rawan,” kata Kemas di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa 1 September 2026.
‎
‎Menurutnya, lokasi pemasangan akan ditentukan berdasarkan skala prioritas. Sebab, jumlah CCTV yang tersedia saat ini masih terbatas.
‎
‎”Belum tahu, kami nunggu dari Dishub dulu datanya, daerah yang kira-kira prioritas dulu, karena kan CCTV ini juga terbatas,” ujarnya.
‎
‎Kemas memastikan pengadaan dan pemasangan CCTV baru ditargetkan terealisasi tahun ini melalui APBD Perubahan 2026.
‎
‎”Tahun ini, InsyaAllah di APBD Perubahan ini,” katanya.
‎
‎Tak sekadar merekam, CCTV baru nantinya akan dibekali teknologi AI untuk menganalisis kejadian yang terekam. Sistem juga direncanakan terintegrasi dengan data biometrik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil [Disdukcapil].
‎
‎Dengan sistem tersebut, rekaman CCTV dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi seseorang berdasarkan karakteristik wajah yang terekam.
‎
‎”CCTV tadi untuk pengamanan, misalnya ada yang mencuri, kita bisa analisis dari mukanya, biometriknya yang terkorelasi dengan Dukcapil, jadi kita tahu tempat tinggalnya di mana segala macam,” jelas Haikal.
‎
‎Untuk menunjang pengawasan, Command Center Palembang akan kembali diaktifkan. Pusat kendali tersebut nantinya memantau CCTV selama 24 jam dan dilengkapi sistem pemicu otomatis ketika kamera mendeteksi kejadian tertentu.
‎
‎Sementara itu, dari sekitar 31 titik CCTV yang saat ini dikelola Kominfo Palembang, sebanyak 20 titik dihentikan sementara mulai Selasa 1 September 2026.
‎
‎Penghentian dilakukan karena sistem CCTV sedang menjalani pemeliharaan dan peningkatan [upgrade] sistem.
‎
‎”Kalau selama ini memang ada, yang dikelola sama Kominfo itu ada lebih kurang 31 titik. Nah ini pun di 20 titik kita lakukan pemberhentian sementara. Per tanggal 1 hari ini kita stop karena akan ada dilakukan pemeliharaan dan upgrade sistem,” ungkapnya.
‎
‎Kemas mengatakan pengembangan CCTV tidak hanya ditujukan untuk keamanan. Kamera juga akan menjadi sumber data bagi pemerintah daerah, termasuk untuk memantau kondisi lalu lintas.
‎
‎”CCTV itu kan hanya media. Nanti peruntukannya ada yang sifatnya untuk monitoring, seperti kebutuhan keamanan, ada yang fungsinya sebagai data. Data itu data traffic segala macam, nah itu bisa nanti digunakan semuanya oleh OPD terkait,” tuturnya.
‎
‎Seluruh sistem CCTV nantinya akan dipusatkan di Command Center baru yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Pusat kendali tersebut akan menjadi bagian dari sistem pengawasan kota yang terintegrasi.
‎
‎Laporan/Editor Abror Vandozer

Baca Juga:  Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya

Berita Terkait

Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong
40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:03 WIB

Misteri Maut di Neeta Karaoke Kisaran! Wanita Ditemukan Terkapar, Nyawa Tak Tertolong

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:14 WIB

40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Berita Terbaru