WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pemerintah Kota Palembang menyiapkan penambahan sekitar 70 titik kamera pengawas berbasis Artificial Intelligence [AI] hingga akhir 2026. CCTV tersebut salah satunya akan diarahkan untuk memburu pelaku pencurian aset Penerangan Jalan Umum [PJU].
Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang kini tengah memetakan lokasi pemasangan berdasarkan tingkat kerawanan. Data titik rawan masih ditunggu dari Dinas Perhubungan [Dishub] Palembang.
Kepala Dinas Kominfo Palembang, Kemas Haikal, mengatakan pemasangan CCTV tambahan merupakan tindak lanjut instruksi Wali Kota Palembang untuk memperketat pengawasan terhadap aset PJU yang kerap hilang.
”Kami terkait instruksi Pak Wali untuk pemantauan banyaknya aset PJU yang hilang melalui CCTV, kami sedang menyusun dan juga sedang meminta data dari Dinas Perhubungan, titik mana saja yang rawan,” kata Kemas di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa 1 September 2026.
Menurutnya, lokasi pemasangan akan ditentukan berdasarkan skala prioritas. Sebab, jumlah CCTV yang tersedia saat ini masih terbatas.
”Belum tahu, kami nunggu dari Dishub dulu datanya, daerah yang kira-kira prioritas dulu, karena kan CCTV ini juga terbatas,” ujarnya.
Kemas memastikan pengadaan dan pemasangan CCTV baru ditargetkan terealisasi tahun ini melalui APBD Perubahan 2026.
”Tahun ini, InsyaAllah di APBD Perubahan ini,” katanya.
Tak sekadar merekam, CCTV baru nantinya akan dibekali teknologi AI untuk menganalisis kejadian yang terekam. Sistem juga direncanakan terintegrasi dengan data biometrik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil [Disdukcapil].
Dengan sistem tersebut, rekaman CCTV dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi seseorang berdasarkan karakteristik wajah yang terekam.
”CCTV tadi untuk pengamanan, misalnya ada yang mencuri, kita bisa analisis dari mukanya, biometriknya yang terkorelasi dengan Dukcapil, jadi kita tahu tempat tinggalnya di mana segala macam,” jelas Haikal.
Untuk menunjang pengawasan, Command Center Palembang akan kembali diaktifkan. Pusat kendali tersebut nantinya memantau CCTV selama 24 jam dan dilengkapi sistem pemicu otomatis ketika kamera mendeteksi kejadian tertentu.
Sementara itu, dari sekitar 31 titik CCTV yang saat ini dikelola Kominfo Palembang, sebanyak 20 titik dihentikan sementara mulai Selasa 1 September 2026.
Penghentian dilakukan karena sistem CCTV sedang menjalani pemeliharaan dan peningkatan [upgrade] sistem.
”Kalau selama ini memang ada, yang dikelola sama Kominfo itu ada lebih kurang 31 titik. Nah ini pun di 20 titik kita lakukan pemberhentian sementara. Per tanggal 1 hari ini kita stop karena akan ada dilakukan pemeliharaan dan upgrade sistem,” ungkapnya.
Kemas mengatakan pengembangan CCTV tidak hanya ditujukan untuk keamanan. Kamera juga akan menjadi sumber data bagi pemerintah daerah, termasuk untuk memantau kondisi lalu lintas.
”CCTV itu kan hanya media. Nanti peruntukannya ada yang sifatnya untuk monitoring, seperti kebutuhan keamanan, ada yang fungsinya sebagai data. Data itu data traffic segala macam, nah itu bisa nanti digunakan semuanya oleh OPD terkait,” tuturnya.
Seluruh sistem CCTV nantinya akan dipusatkan di Command Center baru yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Pusat kendali tersebut akan menjadi bagian dari sistem pengawasan kota yang terintegrasi.
Laporan/Editor Abror Vandozer

















![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)

