BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu penanganan Karhutla oleh petugas di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir pada 20 Agustus 2026.

Salah satu penanganan Karhutla oleh petugas di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir pada 20 Agustus 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Luas lahan terbakar di Sumatera Selatan hingga Agustus 2026 mencapai 1.900 hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Sumsel menyebut sekitar 90 persen kebakaran hutan dan lahan [karhutla] dipicu ulah manusia.

‎Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Dr Iqbal Alisyahbana mengatakan, data luasan karhutla tersebut merupakan hitungan Kementerian Kehutanan. Wilayah dengan luasan kebakaran terbesar yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI], Banyuasin, Musi Banyuasin [Muba] Ogan Ilir [OI] ditambah kabupaten lainnya seperti Muara Enim, Lahat, PALI dan Muratara.

‎”Jadi faktor terbesar kebakaran ini 90 persen memang akibat dari ulah manusia. Jadi 10 persennya yaitu faktor alam karena ada gesekan-gesekan sehingga muncul api. Tapi 90 persen itu pasti oleh manusia, baik disengaja maupun tidak disengaja,” kata Iqbal dalam keterangan pers melalui sambungan elektronik, dikutip WIDEAZONE.com, Sabtu 22 Agustus 2026.

‎Menurut dia, faktor manusia tersebut mencakup kelalaian seperti membuang puntung rokok hingga pembakaran sisa pertanian yang tidak terkendali. Selain itu, terdapat pula dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja untuk membuka lahan, baik oleh perorangan maupun korporasi.

‎Kondisi diperparah oleh puncak musim kemarau dan fenomena El Nino yang berada pada level kuat. Lahan gambut yang mengering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.

‎Iqbal menegaskan, kondisi cuaca ekstrem bukan berarti kebakaran terjadi tanpa pemantik. Menurutnya, tanpa aktivitas manusia yang memicu api, luasan karhutla tidak akan mencapai angka saat ini.

‎”Tanpa adanya pemantik dari aktivitas manusia, luas kebakaran tidak akan seluas saat ini,” ujarnya.

‎BPBD Sumsel kini mengintensifkan patroli terpadu, sosialisasi, dan edukasi di wilayah rawan karhutla. Penanganan juga dilakukan bersama BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Kejaksaan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api [MPA], Regu Pengendalian Kebakaran [RPK], serta unsur terkait lainnya.

‎Pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara. Tim juga terus memantau titik panas, perkembangan kebakaran, wilayah rawan, serta kualitas udara.

‎Sementara terkait dugaan keterlibatan korporasi, BPBD menegaskan tidak dapat langsung menetapkan perusahaan tertentu sebagai pelaku karhutla.

‎”Untuk jumlah korporasi yang terlibat, BPBD tidak dapat serta-merta menyatakan suatu korporasi sebagai penyebab atau pelaku karhutla sebelum adanya hasil penyelidikan dan penetapan dari pihak yang berwenang,” kata Iqbal.

‎BPBD, lanjutnya, sebatas melakukan pemantauan dan pelaporan kejadian serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi teknis. Data mengenai korporasi yang terindikasi terlibat maupun yang sedang dalam proses penanganan harus mengacu pada hasil penyelidikan resmi instansi berwenang.

Baca Juga:  Kapolres OKU Timur Tak Berikan Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Selanjutnya… Audit Total Perizinan di Atas Lahan Gambut

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola
Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎
FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:21 WIB

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB