Terpisah, Koordinator Perkumpulan Rawang Sumatera Selatan, M Hairul Sobri, menilai karhutla yang terus berulang setiap tahun merupakan persoalan tata kelola lingkungan yang lebih serius, bukan semata akibat kemarau dan El Nino.
”Kalau melihat kebijakan yang dibuat pemerintah saat ini, kita nilai sebenarnya gagal. Kemampuan pemerintah dalam tata kelola ini tidak serius,” tegas Hairul.
Menurut dia, kawasan yang sebelumnya berfungsi sebagai penyangga ekologis justru berubah menjadi wilayah rentan terbakar. Kondisi tersebut diperparah oleh kerusakan ekosistem gambut yang seharusnya menjadi benteng alami dari kebakaran.
”Wilayah yang berasap ini adalah wilayah yang gambutnya luas. Wilayah penyangga sekarang menjadi wilayah rentan,” ujarnya.
Hairul juga menyoroti inkonsistensi pemerintah dalam tata kelola perizinan dan alih fungsi kawasan. Ia mencontohkan adanya kasus perizinan korporasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI], meski kondisi gambut di wilayah tersebut dinilai masih baik dan mendapat penolakan dari warga.
”Itu bentuk-bentuk inkonsistensi. Kalau memang wilayahnya bernilai tinggi, jangan dialihfungsikan. Seharusnya dipulihkan,” tegasnya.
Karena itu, Hairul mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bersama seluruh sektor terkait melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola perizinan, khususnya di kawasan gambut.
”Pemerintah harus konsisten. Audit total perizinan di atas lahan gambut, cabut izin yang bermasalah, dan hentikan alih fungsi kawasan bernilai konservasi tinggi,” katanya.
Menurutnya, pemulihan gambut juga tidak cukup dengan penanaman kembali. Pemerintah harus mengembalikan fungsi hidrologis gambut dengan menyekat kanal dan melakukan pembasahan kembali.
”Solusinya bukan menanam ulang, tapi memulihkan gambut dengan menyekat kanal dan membasahi kembali,” ujarnya.
Selain pencegahan jangka panjang, Hairul meminta pemerintah memperkuat penanganan darurat ketika kabut asap terjadi. Perlindungan khusus harus diberikan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap berkepanjangan.
Laporan/Editor Abror Vandozer
Halaman : 1 2




![Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan [karhutla] tengah](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0004-225x129.jpg)
![Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260821-WA0014-225x129.jpg)




![Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan [karhutla] tengah](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0004-129x85.jpg)
![Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260821-WA0014-129x85.jpg)







