WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Aksi pencurian perangkat Penerangan Jalan Umum [PJU] disebut menjadi penyebab utama banyaknya lampu jalan di Palembang yang mati. Dinas Perhubungan [Dishub] Kota Palembang bahkan mencatat sedikitnya 35 titik menjadi lokasi yang berulang kali disasar pencuri.
Kepala Dishub Palembang, Sariansyah Ismail, mengatakan pencurian perangkat PJU bukan lagi sekadar persoalan kerusakan teknis. Berdasarkan pengecekan di lapangan, sejumlah fasilitas yang baru diperbaiki kembali rusak karena perangkatnya dicuri.
”Yang rawan ini kan di jalan-jalan besar. Karena sepi kalau siang. Kemungkinan mereka beraksi siang hari seolah-olah lagi perbaikan. Kemarin baru diganti, dapat kabelnya, dicuri lagi,” kata Sariansyah di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa 1 September 2026.
Menurut Sariansyah, kondisi tersebut diperparah keterbatasan personel dan armada Dishub untuk melakukan pengawasan terhadap fasilitas umum yang tersebar di 18 kecamatan.
Idealnya, Dishub membutuhkan sembilan tim untuk membagi pengawasan masing-masing dua kecamatan. Namun, saat ini hanya empat tim dengan total delapan personel yang aktif dan operasionalnya lebih banyak dilakukan pada malam hari.
”Idealnya untuk 18 kecamatan kita butuh sembilan tim kita bagi per dua kecamatan. Sekarang yang aktif baru empat tim dengan delapan personil, dan hanya jalan malam. Idealnya siang perbaikan, malam kita evaluasi,” ujarnya.
Keterbatasan tersebut membuat pola pengawasan dan perbaikan PJU belum berjalan maksimal. Dishub seharusnya dapat melakukan perbaikan pada siang hari dan melakukan evaluasi serta pemantauan pada malam hari.
Sariansyah menyebut pola pencurian diduga memanfaatkan kondisi jalan besar yang sepi. Pelaku bahkan diduga menyamar seolah-olah sebagai petugas perbaikan ketika beraksi pada siang hari.
Salah satu kawasan yang terdampak berada di Gandus. Sariansyah menyebut sekitar 35 tiang PJU di kawasan tersebut saat ini dalam kondisi mati dan membutuhkan perbaikan.
”Seperti baru-baru ini di kawasan Gandus, sekitar 35 tiang saat ini mati. Sehingga ini harus diperbaiki,” katanya.
Untuk mempercepat mobilitas petugas sekaligus meningkatkan pengawasan, Dishub Palembang mengusulkan penambahan armada operasional sebagai sarana dan prasarana [sarpras].
Satu unit kendaraan operasional saat ini disebut masih dalam proses pengajuan kredit. Penambahan armada diharapkan dapat memperkuat pengawasan PJU di sejumlah titik yang selama ini rawan menjadi sasaran pencurian.
Di sisi lain, Sariansyah meminta masyarakat ikut mengawasi fasilitas PJU di lingkungan masing-masing. Warga yang tinggal di sekitar titik rawan diminta mencurigai aktivitas perbaikan yang dilakukan pada siang hari apabila tidak dilengkapi atribut atau identitas petugas resmi.
”Kami imbau ke masyarakat, tolong kita saling menjaga. Rasa memiliki harus tinggi. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Ini fasilitas untuk kita semua,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan perbaikan PJU.
Lporan/Editor Abror Vandozer

















![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)

