Ruhana Kuddus, Teladan Perjuangan di Bidang Jurnalistik Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 9 November 2019 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruhana Kuddus - Teladan Perjuangan di Bidang Jurnalistik Nasional

Ruhana Kuddus - Teladan Perjuangan di Bidang Jurnalistik Nasional

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Tokoh wartawan wanita pertama dari Sumatera Barat, Ruhana Kuddus, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Menurut pemerhati masalah kewartawanan nasional, Dr Tarech Rasyid MSi, perjuangan Ruhana Kuddus dalam menegakkan kebenaran sebagai jurnalis dari Sumatera Barat, sangat istimewa.

“Sebagai seorang wanita di alam penjajahan Belanda, sangat tidak mungkin ada wanita seberani Ibu Ruhana. Wajar apabila wanita itu memperoleh gelar sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Tarech Rasyid, seorang pemerhati masalah jurnalistik Sumatera Selatan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sabtu (9/11/2019).

Dr Tarech Rasyid MSi
Dr Tarech Rasyid MSi

Menurut Tarech, perjuangan Ruhana untuk memberdayakan wanita pribumi saat itu patut dikagumi. Dari tulisan yang ia buat di Surat Kabar Poetri Hindia, kerap dianggap pemerintah penjajah Belanda terlalu tajam.

Baca Juga:  10 Catar Akpol Mundur, Polda Sumsel Perketat Tahapan Ujian

Karena itu, kata Tarech, Surat Kabar Poetri Hindia akhirnya dibreidel pemerintah Belanda.

Yang membuat Tarech mengaggumi Ibu Ruhana adalah, perjuangannya untuk mencerdaskan bangsanya, terutama untuk kaum wanita.

“Buktinya, ketika Poetri Hindia dibreidel Belanda, beliau justru memerbitkan Soenting Melajoe di tahun 1911. Saya sangat apresiatif,” katanya.

Menurut pelaku jurnalistik dari dua surat kabar besar Sumatera Selatan (Sriwijaya Post-Sumatera Express) di tahun 1980-1990an itu, Tarech sangat setuju jika Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar Pahlawan Nasional ke pada Ruhana Kuddus.

Baca Juga:  Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

“Ibu Perkasa” dari Sumatera Barat tersebut, ujar Tarech, memiliki semangat nasionalis yang patut dicontoh generasi milenial (terutama generasi muda wanita) saat ini.

“Sebab perjuangannya yang begitu berat di masa penjajah Belanda, diwujukan Ibu Ruhana dengan perjuangan intelektualnya,” kata Tarech.

Dengan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, tambahnya, berarti bertambah satu lagi keperkasaan anak bangsa yang dialokasikan sebagai pejuang nasional di bidang kewartawanan. (anto narasoma/abror vandozer)

Berita Terkait

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Nama Bursah Zarnubi Mencuat, Dinilai Layak Maju Calon Gubernur Sumsel
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB