Lahat Membangun dari Alam: Strategi Bursah Zarnubi Dongkrak Ekonomi Lewat Wisata dan Perikanan

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bursah Zarnubi bersama wartawan usai acara pelantikan kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Kabupaten Lahat, di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Kamis 2 April 2026.

Bupati Bursah Zarnubi bersama wartawan usai acara pelantikan kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] Kabupaten Lahat, di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Kamis 2 April 2026.

WIDEAZONE.com, LAHAT | Di tengah tantangan ekonomi daerah yang semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten Lahat memilih jalan yang berpijak pada kekuatan lokal di antaranya alam, budaya, dan sumber daya masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Bursah Zarnubi, arah pembangunan ekonomi Lahat kini difokuskan pada dua sektor strategis—pariwisata dan perikanan—yang dinilai mampu menjadi mesin pertumbuhan baru sekaligus membuka lapangan kerja luas.

Menghidupkan Potensi yang Lama Terpendam

Kabupaten Lahat sejatinya bukan daerah tanpa potensi. Kekayaan wisata berbasis alam dan budaya, seperti situs megalitikum hingga kawasan Taman Ribang Kemambang, telah lama dikenal namun belum sepenuhnya dioptimalkan.

Kini, pendekatan yang diambil bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pengembangan kawasan wisata terpadu. Artinya, wisata tidak hanya menjadi tempat berkunjung, tetapi juga ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kalau tidak ada investasi, tidak mungkin ada pertumbuhan,” tegas Bursah, menekankan bahwa pergerakan ekonomi harus dimulai dari aktivitas riil di lapangan.

Perikanan: Dari Produksi ke Destinasi

Langkah yang lebih progresif terlihat pada sektor perikanan. Pemerintah daerah tengah merancang kawasan budidaya ikan terintegrasi yang tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi, tetapi juga destinasi wisata keluarga.

Baca Juga:  Kerjasama Australia-Palembang Cakup Sanitasi hingga Pengelolaan Limbah

Konsep ini menggabungkan kolam ikan dengan lanskap alami, area rekreasi, hingga kebun buah. Komoditas seperti ikan gabus, lele, dan patin ditargetkan mampu diproduksi hingga ratusan ton per tahun.

Menariknya, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti penginapan berkonsep resort dengan biaya terjangkau. Integrasi ini mencerminkan perubahan paradigma: sektor primer tidak lagi berdiri sendiri, melainkan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.

UMKM dan Kredit Murah: Menggerakkan Akar Ekonomi

Namun, pembangunan sektor unggulan saja tidak cukup. Pemerintah Kabupaten Lahat menyadari bahwa fondasi ekonomi tetap berada di tangan masyarakat kecil, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah [UMKM].

Untuk itu, program kredit murah dengan bunga sekitar 2 persen per tahun diluncurkan. Skema ini jauh lebih ringan dibandingkan bunga perbankan konvensional yang berada di kisaran 5–6 persen.

Kebijakan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan strategi untuk menciptakan efek berganda [multiplier effect]. Ketika UMKM tumbuh, daya beli meningkat, produksi bertambah, dan lapangan kerja pun terbuka.

Baca Juga:  Pemkot Palembang Terapkan WFH ASN, Pengawasan Diperketat

Infrastruktur sebagai Penopang

Di balik ambisi tersebut, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas. Pemerintah daerah tengah mengembangkan jaringan irigasi dan bendungan guna memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan.

Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, produktivitas dan stabilitas pasokan akan sulit dicapai.

Target 6 Persen: Optimisme Diuji

Dengan kombinasi pengembangan wisata, perikanan, penguatan UMKM, dan pembangunan infrastruktur, Pemkab Lahat menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai sekitar 6 persen.

Target ini bukan tanpa tantangan. Konsistensi implementasi, minat investasi, serta kesiapan sumber daya manusia akan menjadi faktor penentu keberhasilan.

Namun, arah yang diambil menunjukkan satu hal: Lahat tidak lagi hanya mengandalkan pola ekonomi lama. Daerah ini mulai membangun identitas ekonomi baru—yang mengintegrasikan alam, produksi, dan pariwisata dalam satu tarikan napas.

Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, Lahat berpotensi menjadi contoh bagaimana daerah dapat tumbuh dengan memaksimalkan kekuatan lokal secara berkelanjutan. [Abror Vandozer]

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
Perang Lawan Banjir Dimulai! Pemkot Palembang Siapkan Reward bagi Perekam Pelanggar
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:37 WIB

Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:26 WIB

Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:50 WIB

Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD

Berita Terbaru

Institut Nalar Publik

Opini

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB