Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para prajurit TNI tengah melaksanakan tugas sebagai bagian dari Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon [UNIFIL]. [Foto: Istimewa]

Para prajurit TNI tengah melaksanakan tugas sebagai bagian dari Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon [UNIFIL]. [Foto: Istimewa]

WIDEAZONE.com, BOGOR |Jamaah Muslimin [Hizbullah] mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk menuntut pertanggungjawaban Israel atas serangan rudal yang menghantam pos United Nations Interim Force in Lebanon [UNIFIL] di Lebanon Selatan, yang menewaskan tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia.

Dalam pernyataan sikap yang dirilis di Bogor pada Rabu 1 April 2026, Jamaah Muslimin mengecam keras serangan yang disebut sebagai tindakan “biadab” oleh tentara Israel. Serangan tersebut menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI serta melukai beberapa personel lainnya yang tengah menjalankan misi perdamaian PBB.

Baca Juga:  Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Pernyataan itu ditandatangani oleh Amir Majelis Ukhuwah Pusat Jamaah Muslimin, H. Syakuri SH. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut menunjukkan Israel sebagai “musuh nyata kemanusiaan bagi seluruh bangsa di dunia.”

“Kami mendoakan agar almarhum Praka Farizal Romadhon, almarhum Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan almarhum Sertu Muhammad Nur Ichwan diampuni segala dosanya serta mendapat tempat terbaik,” ujar Syakuri.

Jamaah Muslimin juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa serta lembaga internasional independen lainnya untuk melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan tidak memihak atas insiden tersebut, serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga:  Kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas Perdana Hadir di Palembang, SD Patra Mandiri 2 Maju Babak Final

Selain itu, mereka menuntut Israel segera menghentikan serangan terhadap warga sipil dan pasukan penjaga perdamaian, menghormati kedaulatan Lebanon, serta mengakhiri pendudukan wilayah Palestina.

Serangan rudal dilaporkan terjadi pada 29–30 Maret 2026 di Desa Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, tepatnya di markas Indobatt UNP 7-1. Insiden tersebut menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat internasional, khususnya Indonesia, atas gugurnya prajurit yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia. [red]

Berita Terkait

Tempat Sampah Terbakar! Kobaran Api Merambat ke Area Rawa Macan Lindungan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
Sidang Kasus Vape Etomidate Mahasiswa Asal Jambi: Saksi Ungkap Peran Polisi Lacak Terdakwa
Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎
Kapolres OKU Timur Tak Berikan Toleransi bagi Pelaku Karhutla
Divonis 1 Tahun Penjara, Terdakwa Pulang “Melenggang” Tidak Ditahan
Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:35 WIB

Tempat Sampah Terbakar! Kobaran Api Merambat ke Area Rawa Macan Lindungan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:25 WIB

Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:36 WIB

Sidang Kasus Vape Etomidate Mahasiswa Asal Jambi: Saksi Ungkap Peran Polisi Lacak Terdakwa

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:22 WIB

Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

Berita Terbaru