WIDEAZONE.com, YOGYAKARTA | Bulan Mei tahun ini diusulkan sebagai “Bulan Indonesia Menggambar”.
Momen tersebut diharapkan oleh 303 pulukis yang terhimpun dalam perkumpulan “Indonesia Raya Menggambar” dari sabang hingga Merauke, agar diajukan sebagai langkah awal untuk memperoleh pengakuan secara nasional dari pemerintah.
Naskah akademik terkait usulan tersebut, sudah diajukan ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta.
Pelukis Edo Pop selaku Presiden Indonesia Raya Menggambar,
mengatakan bahwa pengakuan secara nasional dari pemerintah itu sangat penting bagi pengembangan pendidikan menggambar bagi generasi muda Indonesia ke depan.
“Pengakuan secara nasional bagi momen kegiatan menggambar ini merupakan bagian penting bagi masa depan ekosistem kebudayaan Indonesia,” ujar Edo Pop ke pada media ini, Minggu, 5 April 2026.
Menurut Edo, naskah akademik yang disusun tim formatur Indonesia Menggambar 2026 itu menjelaskan bahwa aktivitas menggambar tak hanya sekadar memahami teknis semata, tapi bagaimana cara untuk membangun pengetahuan dan keterampilan dasar tentang seni rupa.
“Menguasai keterampilan melukis memang sangat penting. Sebab dengan memahami itu, kita juga bisa menguasai praktik kebudayaan yang edukatif,” tukas Edo.
Selain itu, katanya, para pelukis mengharapkan agar praktisi menggambar ke depannya harus —memiliki wawasan ilmu psikologis, historis, filosofis dan sosiologis.
Dalam kajian itu, kata Edo, praktik menggambar harus diposisikan sebagai medium penting dalam penguatan literasi.
Sebagai Presiden Indonesia Raya Menggambar, Edo berpesan ke para pelukis pemula hendaknya dapat menyemarakkan program nasional ini.
“Kita berusaha membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat seniman, terutama mereka yang mampu dan gemar melukis,” ungkap Edo.
Edo juga menjelaskan agar para seniman dapat membantu memberi ruang seluas-luasnya bagi program ini.
Oleh karena itu, kebudayaan tidak lahir dari keputusan pemerintah semata, lebih dari itu praktik yang dilakukan secara bersama, bersulang, dan usaha memajukan program ini secara berkelanjutan. (*)
Laporan Anto Narasoma


![Pelukis Edo Pop selaku Presiden Indonesia Raya Menggambar [gambar ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260405-WA0028_copy_475x434.jpg)





![Penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN yang diwakili Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat, Martindar Jalu Respati (kedua dari kanan) mewakili General Manager PLN UID Jabar dengan BDx Indonesia yang diwakili CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya (ketiga dari kiri) disaksikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (ketiga dari kanan) didampingi EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati (kedua dari kiri), EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni [kanan], dan EVP Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, Widyo Anggoro Putro [kiri] di Kantor PLN Pusat, Selasa [19/5]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260602-WA0036_copy_1003x578-225x129.jpg)









![Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel] Dr H Herman Deru saat memberikan sambutan dalam pembekalan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama [PD-PKPNU] Angkatan II yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama [PWNU] Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat 29 Mei 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260529-WA0037_copy_1223x770-360x200.jpg)
