Festival PAI 2022, Merajut Optimisme di Daerah Perbatasan

Siswa SMKN 1 Tulin Onsoi
Siswa SMKN 1 Tulin Onsoi

Lintas Kawasan

Tidak hanya itu, nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan Festival PAI ini dirasa mampu menembus batas dan sekat serta dinding pemisah yang selama ini dialami oleh mereka yang tinggal di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Gelaran nasional seperti Festival PAI ini (sebelumnya Pentas PAI) jarang sekali diikuti oleh mereka yang tinggal di daerah 3T. Atau, bahkan peserta didik di daerah 3T tersisih sejak awal karena seleksi yang berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

banner 468x60

Festival PAI menghadirkan sesuatu yang berbeda. Ajang ini membawa warna yang menarik, menyajikan sistem kompetisi yang berselimutkan nilai-nilai pembelajaran. Peserta Festival tidak hanya dituntut untuk berkompetisi pada tiga jenis lomba, namun mereka juga diminta berkolaborasi, menerima materi terutama berkaitan dengan nilai-nilai moderasi beragama. Sistem lainnya yang berbeda pada gelaran Festival PAI adalah seleksi langsung pada tingkat nasional untuk dua jenis kompetisi (Cipta Konten Islami di Media Sosial dan Proyek Inovasi Moderasi Beragama).

Panitia memberikan ruang yang luas kepada seluruh peserta untuk langsung berkompetisi secara sehat melalui seleksi langsung tingkat nasional. Pada dua cabang kompetisi ini, nantinya akan dipilih enam peserta terbaik untuk diseleksi di babak final. Dengan demikian, setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk masuk dan menembus babak final, bergantung pada kreativitas mereka masing-masing.