Festival PAI 2022, Merajut Optimisme di Daerah Perbatasan

- Jurnalis

Selasa, 20 September 2022 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMKN 1 Tulin Onsoi

Siswa SMKN 1 Tulin Onsoi

Lintas Kawasan

Tidak hanya itu, nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan Festival PAI ini dirasa mampu menembus batas dan sekat serta dinding pemisah yang selama ini dialami oleh mereka yang tinggal di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Gelaran nasional seperti Festival PAI ini (sebelumnya Pentas PAI) jarang sekali diikuti oleh mereka yang tinggal di daerah 3T. Atau, bahkan peserta didik di daerah 3T tersisih sejak awal karena seleksi yang berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Baca Juga:  Korupsi KONI Lahat: Setoran hingga "Sunat" Dana Cabor

Festival PAI menghadirkan sesuatu yang berbeda. Ajang ini membawa warna yang menarik, menyajikan sistem kompetisi yang berselimutkan nilai-nilai pembelajaran. Peserta Festival tidak hanya dituntut untuk berkompetisi pada tiga jenis lomba, namun mereka juga diminta berkolaborasi, menerima materi terutama berkaitan dengan nilai-nilai moderasi beragama. Sistem lainnya yang berbeda pada gelaran Festival PAI adalah seleksi langsung pada tingkat nasional untuk dua jenis kompetisi (Cipta Konten Islami di Media Sosial dan Proyek Inovasi Moderasi Beragama).

Baca Juga:  Bupati Asahan Dampingi Wagub Sumut Tinjau Kesiapan SMAN Rahuning

Panitia memberikan ruang yang luas kepada seluruh peserta untuk langsung berkompetisi secara sehat melalui seleksi langsung tingkat nasional. Pada dua cabang kompetisi ini, nantinya akan dipilih enam peserta terbaik untuk diseleksi di babak final. Dengan demikian, setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk masuk dan menembus babak final, bergantung pada kreativitas mereka masing-masing.

Berita Terkait

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas
Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel
Surak Sumsel Sentil DKPP: Jangan Jadikan Evaluasi Pemilu Sekadar Formalitas
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 06:50 WIB

SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas

Rabu, 29 April 2026 - 18:42 WIB

Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Jumat, 24 April 2026 - 20:07 WIB

Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel

Berita Terbaru