Musda V Demokrat Sumsel: Konsolidasi Internal dan Ambisi Besar Menuju Pemilu

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD Demokrat Sumsel H Cik Ujang dan Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron saat memberikan keterangan pers di sela Musda V Demokrat Sumsel, Kamis 30 April 2026.

Ketua DPD Demokrat Sumsel H Cik Ujang dan Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron saat memberikan keterangan pers di sela Musda V Demokrat Sumsel, Kamis 30 April 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Dewan Pimpinan Daerah [DPD] Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan menggelar Musyawarah Daerah [Musda] V di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis 30 April 2026.

Agenda lima tahunan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi strategis menjelang kontestasi politik mendatang.

Ketua DPD Demokrat Sumsel, Cik Ujang, dalam sambutannya menekankan pentingnya momentum musda sebagai titik awal kebangkitan partai di daerah. Ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara sekaligus menggarisbawahi ambisi besar partai untuk meningkatkan capaian elektoral.

“Target kita jelas, bukan hanya mempertahankan, tetapi meningkatkan perolehan kursi di seluruh tingkatan, mulai dari kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan dorongan internal partai untuk keluar dari zona nyaman. Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika politik nasional dan lokal menuntut partai untuk lebih adaptif, terutama dalam memperkuat basis kader dan memperluas dukungan pemilih.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Herman Khaeron, menyoroti bahwa musda merupakan bagian dari mekanisme demokrasi internal yang rutin dilakukan setiap lima tahun. Ia menjelaskan bahwa proses pemilihan ketua DPD masih berlangsung dan belum mencapai tahap finalisasi.

Baca Juga:  Ketua DPRD Prabumulih Ikut Retret Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang

“Ini bagian dari proses demokrasi. Penetapan calon masih berjalan, dan hasil akhirnya akan ditentukan setelah seluruh tahapan selesai,” ujarnya.

Herman juga membuka kemungkinan dinamika lebih panjang apabila muncul lebih dari satu kandidat. Dalam skenario tersebut, proses di tingkat Dewan Pimpinan Pusat [DPP] dapat berlangsung hingga hampir satu tahun melalui berbagai tahapan sidang dan evaluasi.

Menariknya, ia menegaskan bahwa DPP memiliki peran strategis untuk menjaga kesinambungan organisasi. Jika terjadi kekosongan kepemimpinan, DPP akan mengambil alih fungsi sementara guna memastikan stabilitas partai di tingkat provinsi tetap terjaga.

Musda V Sumsel tidak berdiri sendiri. Secara nasional, Partai Demokrat telah melaksanakan musda di 38 provinsi dan lebih dari 514 kabupaten/kota.

Hal ini menunjukkan upaya sistematis partai dalam memperkuat struktur hingga ke akar rumput.

Dalam konteks ini, Herman menekankan tiga pilar utama yang harus dijaga di antaranya, loyalitas kader, persatuan internal, dan soliditas organisasi.

Baca Juga:  Resmi! Besok 1 April 2026, Pemkot Palembang Bongkar Bangunan Milik Afat di Demang Lebar Daun

“Untuk meraih kemenangan, kita harus solid dan kuat. Kepemimpinan yang efektif akan menentukan arah dan keberhasilan partai ke depan,” katanya.

Musda V Demokrat Sumsel bisa dibaca dalam dua perspektif. Di satu sisi, ini adalah rutinitas organisasi. Namun di sisi lain, ini menjadi ujian nyata bagi kemampuan partai dalam melakukan regenerasi kepemimpinan dan memperkuat mesin politik.

Optimisme yang disampaikan Cik Ujang mencerminkan harapan besar, tetapi tantangan di lapangan tidak ringan. Persaingan politik yang semakin kompetitif, perubahan preferensi pemilih, serta kebutuhan akan figur-figur baru yang kuat menjadi faktor penentu keberhasilan target tersebut.

Jika konsolidasi berjalan efektif dan kepemimpinan baru mampu mengakomodasi dinamika internal, maka target peningkatan kursi bukan hal mustahil. Sebaliknya, tanpa soliditas yang nyata, ambisi tersebut berisiko menjadi sekadar retorika politik.

Musda ini, pada akhirnya, akan menjadi penentu arah, apakah Demokrat Sumsel benar-benar siap bangkit, atau masih berkutat pada proses internal yang belum sepenuhnya tuntas. [AbV]

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Sulsel Jadi Provinsi Ketujuh Rampungkan Verifikasi Administrasi Partai Gerakan Rakyat
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
Perang Lawan Banjir Dimulai! Pemkot Palembang Siapkan Reward bagi Perekam Pelanggar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:52 WIB

Sulsel Jadi Provinsi Ketujuh Rampungkan Verifikasi Administrasi Partai Gerakan Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:37 WIB

Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:26 WIB

Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat

Berita Terbaru

Institut Nalar Publik

Opini

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB