Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembagian hadiah pembinaan busana Kartini di SMPN 18 Palembang sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi guru.

Pembagian hadiah pembinaan busana Kartini di SMPN 18 Palembang sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi guru.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 18 Palembang, Selasa 21 April 2026, tak sekadar menghadirkan kemeriahan busana adat.

Di balik deretan kebaya dan pakaian tradisional yang dikenakan guru, staf, dan siswa, sekolah ini justru menegaskan satu hal mendasar emansipasi bukan ritual tahunan, melainkan sikap hidup yang harus dihidupi.

Sejak pagi, suasana sekolah berubah. Halaman yang biasanya menjadi ruang aktivitas rutin, hari itu menjelma menjadi ruang refleksi. Kegiatan yang lazimnya bersifat seremonial diarahkan menjadi sarana membangun kesadaran tentang posisi perempuan di tengah perubahan zaman yang kian cepat dan kompleks.

Kepala sekolah, Nofritawati, menegaskan bahwa makna Kartini tak boleh berhenti pada simbol.

“Perempuan hari ini tidak cukup hanya hadir. Mereka harus mampu bersaing, berkontribusi, dan memberi dampak nyata. Emansipasi bukan slogan, tetapi tindakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sekda Sumsel Edward Candra Pimpin Apel Gabungan Peringatan Hari Kartini 2026

Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan tidak boleh menggerus nilai. Menurutnya, kekuatan perempuan justru terletak pada keseimbangan antara kiprah di ruang publik dan tanggung jawab moral yang menjadi fondasi kehidupan.

“Perempuan boleh berada di ruang mana pun, tetapi akar nilai tidak boleh hilang. Karakter tetap dibangun dari keluarga dan pendidikan,” katanya.

Dalam momentum ini, siswa tidak hanya diajak merayakan, tetapi juga memahami. Pemikiran RA Kartini diperkenalkan lebih dalam melalui literasi dan diskusi. Surat-surat Kartini menjadi bahan refleksi tentang keberanian melawan keterbatasan tanpa kehilangan martabat.

Pesan itu diarahkan tegas kepada generasi muda. Siswi didorong memaknai emansipasi secara bijak bukan kebebasan tanpa arah, melainkan kemampuan bertanggung jawab atas pilihan hidup. Sementara siswa laki-laki diingatkan untuk menumbuhkan sikap menghargai perempuan sebagai fondasi hubungan sosial yang sehat.

Baca Juga:  Wagub Sumsel Cik Ujang Dorong Transformasi Pembelajaran dan Penguatan Karakter pada Hardiknas 2026

Rangkaian kegiatan pun dirancang tidak sekadar meriah. Lomba busana Kartini digelar dengan penilaian yang menekankan tidak hanya penampilan, tetapi juga sikap, pemahaman, dan kepercayaan diri. Penghargaan yang diberikan menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus berkembang.

Bagi Nofritawati, esensi peringatan ini terletak pada dampaknya. Ia menolak jika kegiatan hanya berhenti sebagai agenda tahunan tanpa makna.

“Kami ingin siswa tidak hanya merayakan Kartini, tetapi meneladani. Perempuan harus berdaya, laki-laki harus menghargai. Di situlah keseimbangan terbentuk,” ujarnya.

Ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan mampu membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan adaptif menghadapi perubahan zaman.

“Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi membentuk manusia. Kartini mengajarkan keberanian berpikir dan menjaga martabat. Nilai itu yang harus terus hidup,” tutupnya.

Laporan Hasan Basri 

Berita Terkait

Ahli Hukum Pidana: Implikasi Pidana atas Distorsi Informasi dan Klaim Legitimasi Pasca Putusan PK MA 32 PK/TUN/2026
Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Aktivasi IMEI Ilegal di 12 Ribu Telepon Seluler Asal Luar Negeri Terbongkar! Empat Tersangka Diciduk
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:04 WIB

Ahli Hukum Pidana: Implikasi Pidana atas Distorsi Informasi dan Klaim Legitimasi Pasca Putusan PK MA 32 PK/TUN/2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:18 WIB

Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:26 WIB

Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terbaru

Akademisi Fakultas Hukum Universitas PGRI Palembang, Dr Dadang Apriyanto SH MH

Headlines

Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:18 WIB