SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMP Negeri 41 Palembang, Suharso SPd. [Foto: Hasan Basri-WI]

Kepala SMP Negeri 41 Palembang, Suharso SPd. [Foto: Hasan Basri-WI]

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMP Negeri 41 Palembang berdampak pada keterbatasan fasilitas belajar.

Sekolah yang berada di kawasan Banyuasin tersebut saat ini terpaksa menerapkan sistem pembelajaran dua shift karena jumlah ruang kelas tidak mencukupi.

Kepala SMP Negeri 41 Palembang, Suharso SPd mengatakan jumlah pendaftar terus meningkat setiap tahun, terutama menjelang Seleksi Penerimaan Murid Baru [SPMB].

“Setiap tahun peminat sangat banyak. Orang tua cukup antusias karena lokasi strategis dan kualitas pendidikan terus berkembang,” ujarnya.

Saat ini, sekolah hanya memiliki 19 ruang kelas untuk menampung sekitar 1000 siswa. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus membagi jadwal belajar menjadi dua sesi, yakni siswa kelas VIII dan IX belajar pada pagi hari, sementara siswa kelas VII masuk siang hari.

“Karena ruang kelas terbatas, kami terpaksa menerapkan dua shift agar seluruh siswa tetap bisa belajar,” kata Suharso.

Baca Juga:  Kejati Sumsel Sita 14 Aset PT KMM Pusaran Korupsi Distribusi Semen

Ia menegaskan, sistem tersebut merupakan solusi sementara dan belum ideal untuk jangka panjang. Pihak sekolah telah mengusulkan penambahan 12 ruang kelas baru agar seluruh kegiatan belajar dapat kembali dilakukan dalam satu jadwal reguler.

“Jika terealisasi, total ruang kelas menjadi 31 dan sistem dua shift bisa dihentikan,” tambahnya.

Namun demikian, keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan gedung bertingkat di area sekolah.

Selain keterbatasan ruang belajar, fasilitas ibadah juga menjadi perhatian. Mushala yang ada dinilai terlalu kecil sehingga siswa harus bergantian saat kegiatan keagamaan berlangsung.

“Kalau satu kelas saja masuk, sudah terasa penuh dan berdesakan,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun perusahaan melalui program tanggung jawab sosial [CSR/Corporate Social Responsibility] untuk membantu pembangunan fasilitas, termasuk mushala baru di lahan yang masih tersedia.

Baca Juga:  Buka LKS SMK Sumsel 2026, Wagub Cik Ujang Motivasi Siswa Siap Bersaing di Tingkat Nasional dan Internasional

Tingginya jumlah pendaftar juga berdampak pada tidak tertampungnya calon siswa. Setiap tahun, sekitar 100 hingga 200 calon siswa terpaksa dialihkan ke sekolah lain karena keterbatasan kapasitas.

“Kami menyayangkan banyak anak ingin masuk ke sini, tetapi belum bisa kami tampung,” ujar Suharso.

Sementara itu, salah satu siswa kelas VIII, Safira Nazwa, berharap sekolah segera menambah ruang kelas agar sistem dua shift dapat dihapus.

“Kami ingin sekolah normal seperti sekolah lain,” katanya.

Ia juga berharap ke depan sekolah dapat menerapkan sistem full day school serta memiliki mushala yang lebih luas agar siswa dapat beribadah dengan nyaman.

Fenomena ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan negeri yang berkualitas, khususnya di kawasan pinggiran kota.

Laporan Hasan Basri | Editor AbV

Berita Terkait

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:22 WIB

PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Berita Terbaru