Palembang Zona Merah: Polda Sumsel Semprotkan Disinfektan

- Jurnalis

Kamis, 6 Mei 2021 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang Zona Merah: Polda Sumsel Semprotkan Disinfektan

Palembang Zona Merah: Polda Sumsel Semprotkan Disinfektan

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Merebaknya wabah COVID-19 di Indonesia termasuk saat ini melanda Kota Palembang yang masuk dalam kategori Zona Merah, berbagai tindakan dilakukan untuk pencegahan infeksi dengan imbauan cuci tangan, jaga jarak, gunakan masker hingga seruan untuk hindari mobilitas masyarakat pulang kampung (Mudik).

Tak hanya imbauan dan seruan, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menerjunkan Personel Subdit Dalmas Samapta Polda Sumsel yang dikoordinir Dirsamapta Polda Sumsel Kombes Pol Djuwito Purnomo SIK guna melakukan penyemprotan cairan Disinfektan.

“Penyemprotan ini mulai dilakukan di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Veteran, Mayor HM Rasyad Nawawi, Jalan Lingkaran1, Letkol Iskandar dan finish di Polda Sumsel sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan memutus mata rantainya, Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit,” ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM saat dihubungi awak media, Kamis (6/5/2021).

Baca Juga:  Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi "All-in" Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Giat Personil Subdit Dalmas Ditsamapta Polda Sumsel, ujar Kombes Supriadi, di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan dan mengedukasi masyarakat guna pencegahan COVID-19 di kawasan Kota Palembang. “Penyemprotan disinfektan ini salah satu cara memutus mata rantai penularan COVID-19 serta usaha meningkatkan kebersihan untuk mencegah penyebaran virus Corona yang ada di kota Palembang,” katanya.

Baca Juga:  Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Kegiatan penyemprotan disinfektan itu sangat bermanfaat bagi Masyarakat Palembang dan juga imbauan bagi seluruh masyarakat Sumsel bahwa kita harus tetap menjaga kebersihan dan mematuhi protokol kesehatan. Mari kita memulai penerapan Prokes secara ketat. “Dengan selalu memakai masker jika keluar rumah atau pun bepergian. Ada beberapa perlengkapan yang harus dibawa yaitu hand sanitizer untuk cuci tangan, selalu bawa masker cadangan, menggunakan kacamata saat berkendaran, selalu gunakan masker saat bepergian, serta hindari kerumunan dan jangan mudik guna menghindari Tsunami COVID-19 seperti di India,” tukas Kabid Humas Polda Sumsel. (Abror Vandozer/rel)

Berita Terkait

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Berita Terbaru