WIDEAZONE.com, ASAHAN | Insiden maut menggegerkan tempat hiburan Neeta Karaoke di kawasan Perumahan Graha, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. Seorang wanita berinisial W ditemukan terkapar tak sadarkan diri di dalam kamar mandi tempat hiburan tersebut. Nyawanya tak tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit.
Pemilik Neeta Karaoke, Kaban Tarigan, akhirnya buka suara terkait peristiwa tersebut saat dikonfirmasi, Jumat 16 Oktober 2026. Ia membenarkan adanya kejadian yang berujung pada meninggalnya wanita tersebut sekaligus membeberkan kronologi awal penemuan korban.
“Saya mengakui benar adanya kejadian tersebut. Awalnya, korban diduga telah berkunjung ke tempat hiburan lain sebelum akhirnya datang ke tempat kami,” ungkap Kaban.
Menurut Kaban, setibanya di Neeta Karaoke, korban masuk ke salah satu ruangan dan bergabung bersama pengunjung lainnya. Namun, situasi berubah ketika korban beranjak menuju kamar mandi dan tak kunjung kembali.
Merasa ada yang tidak beres, salah seorang pengunjung kemudian melakukan pengecekan. Betapa mengejutkan, korban ditemukan sudah terkapar di dalam kamar mandi dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Korban selanjutnya segera dibawa ke Rumah Sakit Bunda Mulia Kisaran untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, upaya penyelamatan tersebut berakhir duka. Setelah dilakukan pemeriksaan, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Sementara, Tim piket gabungan Reskrim, Narkoba, dan Pamapta Polres Asahan langsung menuju kelokasi dan melakukan pemeriksaan awal.
Sekitar pukul 08.30 wib, personel langsung melakukan olah tempat kejadian perkara [TKP] di dua lokasi hiburan malam untuk mengumpulkan alat bukti.
Selanjutnya, pada pukul 11.00 wib, jenazah korban dibawa oleh keluarga dan personel kepolisian ke RS Bhayangkara kara untuk dilakukan otopsi.
Langkah penyelidikan kemudian berlanjut. Sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga bersama personel kepolisian ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi.
Tak berhenti di situ, sampel hasil autopsi korban kini masih menjalani pemeriksaan di Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan penyebab kematian korban.
Hingga hasil pemeriksaan laboratorium forensik keluar, penyebab pasti meninggalnya W masih menunggu kepastian medis. Hasil autopsi dan pemeriksaan forensik diharapkan dapat menjadi petunjuk penting bagi penyidik dalam mengungkap fakta di balik kematian wanita tersebut.
Laporan Subhan Hadi Dermawan | Editor AbV

















![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

