Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar ISPU dari Kementerian Lingkungan Hidup pukul 21.39 WIB, Jumat 2 Oktober 2026.

Tangkapan Layar ISPU dari Kementerian Lingkungan Hidup pukul 21.39 WIB, Jumat 2 Oktober 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Fantastis! Tiga daerah [Kota/Kabupaten] di wilayah Sumatera Selatan masuk 10 besar daftar Indeks Standar Pencemar Udara [ISPU] tertinggi secara nasional. Bahkan disebut Kota Palembang menempati runner-up kedua se-Indonesia setelah Palangkaraya di urutan pertama berdasarkan ISPU dari Kementerian Lingkungan Hidup pukul 21.39 WIB, Jumat 2 Oktober 2026.
‎
‎Kemudian, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir menduduki peringkat keenam dan disusul Ogan Ilir pada posisi kedelapan.
‎
‎Kabut asap yang telah berlangsung hanya menyisakan dampak infeksi saluran pernapasan akut [ISPA] bagi masyarakat. Menurut data yang dirangkum WIDEAZONE.com, ISPU di Kota Palembang di angka 994 dengan kualitas berbahaya.
‎
‎Tak ayal, tingkat kualitas tersebut disebut dalam aplikasi ISPUnet merugikan kesehatan serius pada populasi dan peluang penanganan cepat.
‎
‎Dalam keterangan Dinas Kesehatan Kota Palembang, mencatat kasus ISPA mengalami lonjakan signifikan.
‎
‎”Data resmi Dinkes Palembang menunjukkan pada Agustus tercatat 15.020 kasus, dan melonjak menjadi 17.434 kasus di September 2026. Kenaikan mencapai 1.500 kasus atau 9,9 persen, mendekati 10 persen dalam satu bulan,” ungkap Kabid P2P Dinkes Kota Palembang, Putri Damayanti kepada WIDEAZONE.com pada Jumat 2 Oktober 2026.
‎
‎Selain itu, Putri mengungkap secara teori medis, kelompok paling rentan terpapar ISPA adalah anak-anak dan lanjut usia karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna dan menurun. Namun data di lapangan justru berbalik.
‎
‎“Kasus tertinggi justru didominasi usia produktif 19 hingga 59 tahun. Penyebabnya karena kelompok usia produktif lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dan terpapar langsung kabut asap pekat,” jelasnya.

Baca Juga:  APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Laporan/Editor Abror Vandozer 

Berita Terkait

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:24 WIB

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Berita Terbaru