KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam [KAHMI] Sumatera Selatan, Dr H Joncik Muhammad

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam [KAHMI] Sumatera Selatan, Dr H Joncik Muhammad

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam [KAHMI] Sumatera Selatan, Dr H Joncik Muhammad, mengecam kekerasan terhadap aktivis mahasiswa dan dua wartawan saat aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumsel, Selasa [13/10/2026]. Ia mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut dan memproses seluruh pihak yang terbukti terlibat.

Joncik menilai tindakan kekerasan dalam aksi penyampaian pendapat tidak dapat dibenarkan. Terlebih, demonstrasi tersebut digelar aktivis HMI yang tergabung dalam Cipayung Plus untuk menyuarakan persoalan kabut asap di Sumatera Selatan.

“Kami sangat kecewa atas adanya tindakan kekerasan yang dialami kader HMI yang tergabung di dalam Cipayung Plus saat akan melakukan aksi unjuk rasa terkait kabut asap di Mapolda Sumsel,” kata Joncik dalam keterangannya yang dikutip WIDEAZONE.com, Rabu 14 Oktober 2026.

Menurut Joncik, insiden tersebut menjadi persoalan serius karena menyangkut keselamatan peserta aksi sekaligus kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Baca Juga:  Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa

Merespons kejadian itu, KAHMI Sumsel langsung berkoordinasi dengan para alumni HMI dan pihak terkait. Organisasi tersebut juga memantau kondisi para korban yang menjalani perawatan di rumah sakit serta menyiapkan pendampingan hukum melalui tim hukum KAHMI.

Joncik menegaskan, penanganan kasus tidak boleh berhenti pada langkah awal penyelidikan. Ia meminta aparat mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat, termasuk dalam dugaan pengeroyokan terhadap dua wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di lokasi demonstrasi.

“Kita meminta untuk kasus ini ditanggapi serius dan semua pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum yang berlaku. Polda Sumsel harus memberikan rasa aman dan nyaman pada masa aksi, terutama dari para mahasiswa,” tegasnya.

Baca Juga:  Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap peserta demonstrasi dan jurnalis merupakan hal penting dalam menjaga ruang demokrasi. Setiap dugaan tindak kekerasan, menurutnya, harus ditangani melalui proses hukum yang transparan dan sesuai ketentuan.

Joncik berharap insiden serupa tidak kembali terjadi di Sumatera Selatan. Ia turut mendoakan agar para aktivis dan wartawan yang menjadi korban segera pulih.

“Berharap kasus serupa tidak terulang lagi, mengingat Indonesia merupakan negara hukum yang demokratis. Tidak ada lagi kekerasan seperti ini, terutama di wilayah Sumatera Selatan. Semoga adik-adik aktivis para korban bisa segera pulih,” pungkasnya.

Desakan KAHMI Sumsel tersebut menambah tuntutan dari berbagai elemen masyarakat agar dugaan kekerasan dalam demonstrasi di Mapolda Sumsel diusut secara menyeluruh dan pihak yang terbukti bersalah dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum.

Laporan/Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang
Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!
Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas
7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka

Berita Terbaru