WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Ketua Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan [ADO Sumsel], M Asrul Indrawan mengakui jika pihaknya melakukan aksi sosial pembagian masker di depan Mapolda Sumsel sebelum terjadinya bentrok antara mahasiswa Cipayung Plus Palembang dengan orang tidak dikenal.
Asrul menyebut, kegiatan tersebut dilakukan atas permintaan Direktur Intelkam [Dirintelkam] Polda Sumsel. Rencana itu telah mendapat persetujuan pada Selasa, 12 Oktober 2026. Dirinya bersama sekitar 100 anggota ADO Sumsel kemudian mendatangi Mapolda dengan mengenakan atribut pengemudi ojek online dan jaket komunitas.
“Jadi Pak Dir itu minta kita buat aksi sosial. Oke Pak Dir, saya gerakannya bagi masker saja yang murah-murah. Dia bilang oke. Jadi membuat surat, di-ACC hari itu,” kata Asrul dikutip WIDEAZONE.com pada Jumat 16 Oktober 2026.
Ia menegaskan, rombongannya berkumpul di dalam area Polda Sumsel dan tidak didampingi organisasi masyarakat [ormas] lain. Menurut dia, kelompok ADO Sumsel terpisah dari kelompok berbaju hitam yang kemudian terlibat bentrokan.
Asrul menjelaskan, agenda pembagian masker yang direncanakan berlangsung pukul 13.00 WIB sempat tertunda setelah pihaknya mendapat informasi mengenai aksi demonstrasi mahasiswa. Rombongan ADO Sumsel baru keluar sekitar pukul 15.00 WIB setelah membuat video imbauan agar masyarakat tidak terprovokasi.
Saat berada di luar gedung, ia mengaku baru melihat keberadaan kelompok lain yang berada di lokasi berbeda.
“Pas di luar itulah ada ormas itu. Kami ini pecah, banyu dengan minyak. Kami agak tengah, dia agak ujung sana ke arah pom bensin, ke arah lampu merah. Tidak ada nian kami itu lihat mereka di dalam,” ujarnya.
Asrul juga membantah mengenal kelompok berbaju hitam yang terlibat bentrok di depan Gedung Subarkah Polda Sumsel. Ia mengaku berada di gerbang lain ketika keributan terjadi dan berupaya menghindari bentrokan, sekaligus meminta anggotanya tidak terlibat.
Terkait video yang memperlihatkan dirinya melontarkan ucapan “mana ketua kamu, lapor sini”, Asrul mengakui terjadi kekeliruan dalam penyampaian kata-kata akibat situasi yang memanas.
Menurutnya, ucapan tersebut dimaksudkan untuk mengajak pihak lain berbicara dan mencegah terjadinya bentrokan, bukan memprovokasi massa.
“Maksud aku tuh kuajak ngomong, sudah ngomong tadi ngapo tidak ngomong sama aku. Karena situasinya memanas jadi salah sebut, terucap lapor. Padahal maksudnya aku sudah nasehati jangan sampai ada bentrokan,” jelasnya.
Menanggapi desakan sejumlah aktivis agar dirinya ditangkap, Asrul meminta pihak yang menuduhnya menunjukkan bukti autentik dan menyerahkan persoalan tersebut kepada proses hukum.
Ia menyatakan siap diperiksa apabila ditemukan bukti keterlibatan dirinya maupun anggota ADO Sumsel dalam insiden tersebut.
“Ini negara hukum, silakan baik ada bukti autentiknya, ada fakta hukumnya, ada videonya. Buktikan baik karena dalam ruang polisi. Kalau ada anggotaku silakan proses. Aku di Palembang inilah, pasukan aku masih beraktivitas, gampang nyari aku nih,” tegasnya.
Asrul turut menyinggung kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang menuduhnya tanpa bukti. Namun, ia mengaku memilih menahan diri karena masih menghormati sesama aktivis, termasuk kalangan mahasiswa dan Mapala.
Sebagai ketua ADO Sumsel selama lima tahun, Asrul mengklaim organisasinya tidak pernah menggelar aksi yang berujung bentrokan. Ia menegaskan pihaknya menolak segala bentuk kekerasan, terutama yang menyasar mahasiswa saat menyampaikan pendapat.
“Kita dari ADO tetap mengutuk keras aksi-aksi kekerasan, apalagi terhadap kebebasan berpendapat. Itu melanggar undang-undang. Kebebasan berpendapat itu tidak boleh dilarang,” katanya.
Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada Polda Sumsel dan menyatakan siap mengikuti proses penyelidikan apabila terdapat bukti yang mengarah kepada dirinya atau anggota organisasinya. [AbV]





![Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan [Menko Polkam] RI, Jenderal TNI [Purn] Prof Dr Dudung Abdurachman didampingi Wali Kota Ratu Dewa turun langsung meninjau posko dan lokasi karhutla di Kecamatan Sematang Borang, Kamis 15 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261015-WA0008-225x129.jpg)

![Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam [KAHMI] Sumatera Selatan, Dr H Joncik Muhammad](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Ketua-Umum-Korps-Alumni-Himpunan-Mahasiswa-Islam-KAHMI-Sumatera-Selatan-Dr-H-Joncik-Muhammad-225x129.jpg)
![Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Solidaritas Jurnalis OKU Timur [FSJ OKUT] mendatangi Mapolres OKU Timur, Rabu 14 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261014-WA0013-225x129.jpg)


![Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan [Menko Polkam] RI, Jenderal TNI [Purn] Prof Dr Dudung Abdurachman didampingi Wali Kota Ratu Dewa turun langsung meninjau posko dan lokasi karhutla di Kecamatan Sematang Borang, Kamis 15 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261015-WA0008-129x85.jpg)

![Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam [KAHMI] Sumatera Selatan, Dr H Joncik Muhammad](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Ketua-Umum-Korps-Alumni-Himpunan-Mahasiswa-Islam-KAHMI-Sumatera-Selatan-Dr-H-Joncik-Muhammad-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

