Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar ISPUnet, ISPU Kota Palembang di Angka 912

Tangkapan Layar ISPUnet, ISPU Kota Palembang di Angka 912

‎‎WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kabut asap di Kota Palembang masuk fase berbahaya. Dinas Kesehatan Kota Palembang menetapkan status siaga puncak dan memprediksi kondisi ini baru akan membaik menunggu hujan turun di bulan November. Bahkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut [ISPA] menembus angka 17.434.

‎Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit [P2P] Dinas Kesehatan Kota Palembang, Putri Damayanti mengatakan, pihaknya mencatat kasus ISPA mengalami lonjakan signifikan.
‎
‎”Data resmi Dinkes Palembang menunjukkan pada Agustus tercatat 15.020 kasus, dan melonjak menjadi 17.434 kasus di September 2026. Kenaikan mencapai 1.500 kasus atau 9,9 persen, mendekati 10 persen dalam satu bulan,” ungkapnya kepada WIDEAZONE.com pada Jumat 2 Oktober 2026.
‎
‎Dinkes Palembang, ujarnya telah mengeluarkan Surat Edaran [SE] terkait kesiapsiagaan dampak kebakaran hutan dan lahan [karhutla].
‎
‎”Pemerintah Kota Palembang telah melakukan berbagai pembatasan maksimal. Sejak September, jam kerja ASN dipangkas menjadi pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Seluruh kegiatan outdoor dihentikan, termasuk car free day [CFD] dan upacara rutin,” katanya.
‎
‎Ia pun menyebut dunia pendidikan juga menjadi fokus. Dinkes mengimbau sekolah untuk melarang aktivitas luar ruangan bagi anak-anak. Sekolah yang tidak mampu memfasilitasi kegiatan belajar yang aman diarahkan untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh [PJJ]. Masyarakat luas juga diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.
‎
‎Selain itu, Putri mengungkap secara teori medis, kelompok paling rentan terpapar ISPA adalah anak-anak dan lanjut usia karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna dan menurun. Namun data di lapangan justru berbalik. “Kasus tertinggi justru didominasi usia produktif 19 hingga 59 tahun. Penyebabnya karena kelompok usia produktif lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dan terpapar langsung kabut asap pekat,” jelasnya.

Baca Juga:  CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

‎Untuk langkah preventif, tambah dia, telah bergerak maksimal. Surat edaran telah disebar ke seluruh stakeholder dan sekolah-sekolah. Sosialisasi dan pembagian masker gratis rutin dilakukan langsung di jalan-jalan. Pemerintah juga telah mendirikan posko siaga khusus untuk penanganan dampak karhutla bagi warga.

Baca Juga:  SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun

Laporan/Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:24 WIB

7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WIB

PBB di Banyuasin Capai 81 Persen, Wilayah Perdesaan Justru Lebih Aktif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Berita Terbaru