WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kabut asap di Kota Palembang masuk fase berbahaya. Dinas Kesehatan Kota Palembang menetapkan status siaga puncak dan memprediksi kondisi ini baru akan membaik menunggu hujan turun di bulan November. Bahkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut [ISPA] menembus angka 17.434.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit [P2P] Dinas Kesehatan Kota Palembang, Putri Damayanti mengatakan, pihaknya mencatat kasus ISPA mengalami lonjakan signifikan.
”Data resmi Dinkes Palembang menunjukkan pada Agustus tercatat 15.020 kasus, dan melonjak menjadi 17.434 kasus di September 2026. Kenaikan mencapai 1.500 kasus atau 9,9 persen, mendekati 10 persen dalam satu bulan,” ungkapnya kepada WIDEAZONE.com pada Jumat 2 Oktober 2026.
Dinkes Palembang, ujarnya telah mengeluarkan Surat Edaran [SE] terkait kesiapsiagaan dampak kebakaran hutan dan lahan [karhutla].
”Pemerintah Kota Palembang telah melakukan berbagai pembatasan maksimal. Sejak September, jam kerja ASN dipangkas menjadi pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Seluruh kegiatan outdoor dihentikan, termasuk car free day [CFD] dan upacara rutin,” katanya.
Ia pun menyebut dunia pendidikan juga menjadi fokus. Dinkes mengimbau sekolah untuk melarang aktivitas luar ruangan bagi anak-anak. Sekolah yang tidak mampu memfasilitasi kegiatan belajar yang aman diarahkan untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh [PJJ]. Masyarakat luas juga diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, Putri mengungkap secara teori medis, kelompok paling rentan terpapar ISPA adalah anak-anak dan lanjut usia karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna dan menurun. Namun data di lapangan justru berbalik. “Kasus tertinggi justru didominasi usia produktif 19 hingga 59 tahun. Penyebabnya karena kelompok usia produktif lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dan terpapar langsung kabut asap pekat,” jelasnya.
Untuk langkah preventif, tambah dia, telah bergerak maksimal. Surat edaran telah disebar ke seluruh stakeholder dan sekolah-sekolah. Sosialisasi dan pembagian masker gratis rutin dilakukan langsung di jalan-jalan. Pemerintah juga telah mendirikan posko siaga khusus untuk penanganan dampak karhutla bagi warga.
Laporan/Editor Abror Vandozer




![Muhamad Irfanjid, resmi menahkodai Persatuan Tinju Amatir Indonesia [Perbati] Kabupaten OKU Timur.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261010-WA0002-225x129.jpg)
![Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Banyuasin melalui program _Go to School_ di MAN Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Rabu 7 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0010-225x129.jpg)
![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-225x129.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-225x129.jpg)

![Muhamad Irfanjid, resmi menahkodai Persatuan Tinju Amatir Indonesia [Perbati] Kabupaten OKU Timur.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261010-WA0002-129x85.jpg)
![Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Banyuasin melalui program _Go to School_ di MAN Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Rabu 7 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0010-129x85.jpg)
![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-129x85.jpg)



![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
