Kerap Ujaran Kebencian, Gus Sholeh Dukung Warga Besuki Tolak Pendirian Pesantren Sugi Nur

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Sholeh Marzuki Ketua Aliansi Mubaligh Perekat Umat (AMPU)

Gus Sholeh Marzuki Ketua Aliansi Mubaligh Perekat Umat (AMPU)

WIDEAZONE.COM, BANTEN — Gus Sholeh Marzuki Ketua Aliansi Mubaligh Perekat Umat (AMPU) ikut angkat suara perihal penolakan pendirian pesantren milik Sugi Nur oleh warga Besuki Situbondo Jawa Timur.

Gus Sholeh memastikan warga masyarakat khususnya Situbondo pada intinya baik Ulama Indonesia dan Nahdatul Ulama (NU) Indonesia mengapresiasi setiap pendirian pendidikan. Apalagi pendidikan agama Islam ataupun terlebih-lebih pesantren.

“Tapi kalau yang mendirikan adalah yayasan atau kelompoknya ustadz Sugi Nur yang punya track record kontroversial. Setiap ceramahnya kerap mencaci maki, sampaikan ujaran kebencian terhadap pemimpin negeri ini. Sehingga menimbulkan pro dan kontra,” ungkap Gus Sholeh, saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Kabupaten OKU Timur Maksimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 ‎

Menurut Gus Sholeh, pernyataan Sugi Nur tersebut justru menyebabkan konflik horizontal. Maka dari itu, lanjut dia, sebagian daripada tokoh-tokoh di Situbondo melarang pendidikan pesantren tersebut. Apalagi, Situbondo yang merupakan daerah Tapal Kuda adalah basis utamanya NU, selain wilayah Jombang.

“Nanti kalau ada pesantren model bentukannya Nur Sugi yang intoleran dan menyampaikan ujaran kebencian kepada santrinya. Jadi kurang pas kader bentukan pesantren,” terangnya.

Baca Juga:  Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Makanya, dia sepakat dengan upaya penolakan warga langkah Sugi Nur sebagai upaya pencegahan sejak dini. Begitu tahu pesantrennya Ustadz yang mana sudah dikenal, kerap melakukan ujaran kebencian dan secara reaktif salah satu kelompok dari masyarakat di Situbondo yang notabenenya mayoritas NU langsung menolaknya.

“Dakwahnya bukannya mendinginkan justru menyampaikan ujaran kebencian dan intoleransi. Yang kita tolak bukan pesantren, yang kita tolak adalah yang mendirikan, yang senantiasa melakukan dakwah dengan ujaran kebencian ya dan intoleran,” pungkasnya.
[GSM/Jono MPGI]

Berita Terkait

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap
Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang
Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Berita Terbaru