Kerap Ujaran Kebencian, Gus Sholeh Dukung Warga Besuki Tolak Pendirian Pesantren Sugi Nur

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Sholeh Marzuki Ketua Aliansi Mubaligh Perekat Umat (AMPU)

Gus Sholeh Marzuki Ketua Aliansi Mubaligh Perekat Umat (AMPU)

WIDEAZONE.COM, BANTEN — Gus Sholeh Marzuki Ketua Aliansi Mubaligh Perekat Umat (AMPU) ikut angkat suara perihal penolakan pendirian pesantren milik Sugi Nur oleh warga Besuki Situbondo Jawa Timur.

Gus Sholeh memastikan warga masyarakat khususnya Situbondo pada intinya baik Ulama Indonesia dan Nahdatul Ulama (NU) Indonesia mengapresiasi setiap pendirian pendidikan. Apalagi pendidikan agama Islam ataupun terlebih-lebih pesantren.

“Tapi kalau yang mendirikan adalah yayasan atau kelompoknya ustadz Sugi Nur yang punya track record kontroversial. Setiap ceramahnya kerap mencaci maki, sampaikan ujaran kebencian terhadap pemimpin negeri ini. Sehingga menimbulkan pro dan kontra,” ungkap Gus Sholeh, saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur

Menurut Gus Sholeh, pernyataan Sugi Nur tersebut justru menyebabkan konflik horizontal. Maka dari itu, lanjut dia, sebagian daripada tokoh-tokoh di Situbondo melarang pendidikan pesantren tersebut. Apalagi, Situbondo yang merupakan daerah Tapal Kuda adalah basis utamanya NU, selain wilayah Jombang.

“Nanti kalau ada pesantren model bentukannya Nur Sugi yang intoleran dan menyampaikan ujaran kebencian kepada santrinya. Jadi kurang pas kader bentukan pesantren,” terangnya.

Baca Juga:  Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Makanya, dia sepakat dengan upaya penolakan warga langkah Sugi Nur sebagai upaya pencegahan sejak dini. Begitu tahu pesantrennya Ustadz yang mana sudah dikenal, kerap melakukan ujaran kebencian dan secara reaktif salah satu kelompok dari masyarakat di Situbondo yang notabenenya mayoritas NU langsung menolaknya.

“Dakwahnya bukannya mendinginkan justru menyampaikan ujaran kebencian dan intoleransi. Yang kita tolak bukan pesantren, yang kita tolak adalah yang mendirikan, yang senantiasa melakukan dakwah dengan ujaran kebencian ya dan intoleran,” pungkasnya.
[GSM/Jono MPGI]

Berita Terkait

Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral
Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…
Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Berita Terbaru