Peran Multipihak Bagian dari Pentaheliks Penanganan Pandemik COVID-19

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2020 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebaran Kasus COVID-19 di Indonesia

Sebaran Kasus COVID-19 di Indonesia

Ketua Gugus Tugas Doni Monardo selalu menekankan pelibatan multipihak atau pentaheliks dalam penanggulangan bencana, termasuk dalam penanganan COVID-19. Pentaheliks tersebut adalah pemerintah, akademisi atau pakar, masyarakat, lembaga usaha dan media massa.

Doni mengatakan bahwa pemerintah tidak mungkin sendiri untuk menghadapi pandemik Coronavirus Disease 2019 atau COVID – 19. Peran masyarakat maupun sukarelawan, bagian dari Pentaheliks, sangat penting dalam membantu percepatan penanganan.

Doni yang juga Kepala BNPB menekankan pemanfaatan metode pentaheliks berbasis komunitas menjadi ujung tobak dalam penanganan.

“Demikian juga komunitas. Terutama dari kalangan relawan sendiri. Termasuk juga tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan,” kata Doni, Rabu (25/3).

Doni menambahkan bahwa siapa saja yang ada dalam pentaheliks ini, pemerintah, pemerintah pusat, didukung oleh seluruh institusi pusat, baik di pusat maupun di daerah, seperti TNI dan Polri. Juga peran dari akademisi, dari para peneliti, para periset, media massa, termasuk peran dunia usaha yang sudah mulai bergerak memberikan dukungan kepada gugus tugas.

Doni menyampaikan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID – 19 menanti donasi untuk penyelenggaraan upaya pencegahan. Salah satu upaya pencegahan tersebut diprioritaskan bagi tenaga medis atau kesehatan, seperti dokter, perawat, dan mereka yang bekerja di rumah sakit, termasuk pengemudi mobil ambulans.

Baca Juga:  Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi

“Mereka ini adalah garda terdepan kita hari ini. Sebagai prajurit yang menghadapi virus. Mereka adalah orang terdepan, merekalah pahlawan-pahlawan kemanusiaan yang harus kita dukung, yang harus kita bantu. Setiap hari, setiap saat. Agar mereka, termasuk juga keluarganya mendapatkan dukungan morel dari kita semua,” kata Doni.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Relawan Gugus Tugas Andre Rahardian menyampaikan program dukungan terhadap tenaga medis.

Pengorganisasian sukarelawan di bidang medis dilatarbelakangi kebutuhan di lapangan. “Jadi kita sudah mendengar, banyak pada saat ini relawan medis yang dibutuhkan karena tenaga medis yang ada di rumah sakit sudah harus masuk isolasi,” ujar Andre.

“Kami memanggil semua dan juga sudah banyak organisasi-organisasi kedokteran, organisasi perawat yang sudah bergabung dalam gugus tugas ini yang mudah-mudahan dalam satu dua hari ini bisa kita kumpulkan bersama-sama,” lanjut dia.

Baca Juga:  Korupsi KONI Lahat: Setoran hingga "Sunat" Dana Cabor

Di sisi lain, Andre juga menyampaikan informasi terkait daftar kebutuhan barang yang diperlukan dan tempat-tempat yang perlu mendapatkan dukungan.

“Kita mulai dari Jakarta sampai nanti akan menyebar ke semua daerah,” kata koordinator relawan yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni UI.

Pihaknya mengharapkan lebih banyak dukungan dari para pengusaha dan organisasi untuk mendukung para tenaga medis baik dokter dan perawat. Bantuan ini nantinya tidak hanya difokuskan di wilayah Jakarta dan sekitarnya tetapi seluruh wilayah di Indonesia.

“Bantuan yang akan kami sampaikan itu berupa, pertama, makanan yang bergizi tinggi agar tenaga kesehatan ini juga dalam memerangi pandemik ini bisa tetap kuat. Kita support begitu juga dengan vitamin, dan juga suplemen-suplemen lain. Hal ini juga akan mencakup relawan-relawan yang didistribusikan,” kata Andre.

Dalam beberapa hari ke depan, pengumpulan distribusi dan juga penyebaran bantuan akan disampaikan melalui kanal konferensi pers atau situs BNPB dan COVID-19.

Sumber: Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo/ YFI (IMO Indonesia)

Berita Terkait

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Kejari Palembang Terima Pelimpahan Tahap II Kasus Dugaan Korupsi BPFK
Eks Kades Ogan Ilir Korupsi Lahan, Divonis 5 Tahun Penjara
Surak Sumsel Sentil DKPP: Jangan Jadikan Evaluasi Pemilu Sekadar Formalitas
Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda
Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Kamis, 23 April 2026 - 20:28 WIB

Kejari Palembang Terima Pelimpahan Tahap II Kasus Dugaan Korupsi BPFK

Kamis, 23 April 2026 - 19:40 WIB

Eks Kades Ogan Ilir Korupsi Lahan, Divonis 5 Tahun Penjara

Rabu, 22 April 2026 - 13:42 WIB

Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Berita Terbaru

Wamenaker Afriansyah Noor saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, Rabu 22 April 2026. [Foto: Biro Humas Kemenaker RI]

Nasional

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Kamis, 23 Apr 2026 - 20:55 WIB

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi [Tipikor] pada Pengadilan Negeri Palembang menjatuhkan vonis 5 tahun penjara kepada terdakwa Lukman, dalam kasus korupsi lahan seluas 1.541 hektare di perbatasan Kabupaten Ogan Ilir dan Muara Enim.

Headlines

Eks Kades Ogan Ilir Korupsi Lahan, Divonis 5 Tahun Penjara

Kamis, 23 Apr 2026 - 19:40 WIB