Kematian Delwyn Disusul Tewasnya Wiko Jeryanda

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juli 2019 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Kematian siswa SMA Taruna Indonesia Palembang Delwyn Berli Julindro (14), diikuti oleh tewasnya siswa lain, Wiko Jeryanda (14). Sama seperti Delwyn, Wiko tewas setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit RK Charitas, Jumat (19/7/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kebanyakan awak media kaget mendengar itu. Namun saat dikonfirmasi ke kuasa hukum keluaraga Wiko, Firli Darta SH bahwa kliennya tewas setelah mengikuti program MOS.

“Saar dalam keadaan kritis, keluarganya melarikan Wiko ke RS RK Charitas. Namun anak itu akhirnya meninggal dunia,” tukas Firli ke pada Wideazone.com.

Keluarga korban yang berdomisili di Jalan Pertahanan Kompleks Sri Mas Kota Palembang tersebut, begitu shock atas kepergian Wiko.

“Keluarga korban belum memastikan apakah jenazah Wiko akan divisum atau tidak, itu belum diputuskan. Hanya saat ini kekuarganya mesih berkumpul,” tambah Firli

Menurut keterangannya, sama seperti Delwyn, korban merupakan siswa SMA Taruna Indonesia yang juga mengikuti program MOS. Namun Wiko Jeriyadra dikabarkan mengalami trauma dan tak sadar hingga sepekan.

Baca Juga:  Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

Menurut Firli, korban tewas setelah dirawat di ruang ICU. Namun dalam perawatan itu kondisinya semakin menurun selepas operasi. “Kesehatan semakin drop dan tidak memperlihatkan tanda-tanda membaik,” katanya.

Tekait tewasnya Wiko, keluarga korban akan melaporkan kepala SMA Taruna Indonesia ke polisi. Kebijakan itu dilakukan untuk mengungkap misteri kematian korban.

“Rancananya malam ini kita akan membuat laporan ke Polresta Palembang. Karena situasinya masih dalam keadaan berduka, maka upaya itu ditunda dahulu. Mungkin besok baru kita laporkan ke Polresta. Saat ini pikiran kita masih fokus
ke Wiko dan keluarganya.”

Sebenarnya, sebelum ini Firli dan keluarga Wiko sudah datang ke Polresta. Namun karena memperoleh info bahwa Wiko akan operasi usus dan perawatan di rumah sakit, laporan itu pun ditunda.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Pihak sekolah mengantarkan Wiko ke rumah sakit setelah mengikuti rangkaian kegiatan orientasi sekolah. Banyak pihak menduga, kematian Wiko ada unsur tindak kekerasan dalam kegiatan orientasi sekolah.

Minta Ditutup

Sementara adanya permintaan dari sejumlah masyarakat agar SMA Taruna Indonesia Palembang agar ditutup, masih menjadi pertimbangan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan (Disdiknas Sumsel), Widodo.

Menurut Widodo tidak sejauh itu persepsinya. Kalau masih bisa diberi pembinaan dan ditinjau ulang program kerjanya agar tak terjadi kekerasan fisik, sebaiknya dipertahankan saja. “Sebaiknya kita beri pembinaan dan program pelatihan yang ada kekerasnya harus dihilangkan saja,” ujar Widodo ke pada Wideazone.com, Sabtu (20/7/2019).

Meski dalam kegiatan MOS ada dua siswa yang tewas, namun SMA Taruna Indonesia merupakan lembaga untuk mencetak taruna-taruma bangsa yang berprestasi. Karena itu kalau ada program belajar yang memiliki unsur kekerasan fisik, kata Widodo, sebaiknya dihilangkan saja. (abror vandozer)

Berita Terkait

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Sastra

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:47 WIB

Sebanyak 115 anak dan remaja dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia [FASI] Tahun 2026. Kegiatan perdana di tingkat kabupaten ini dibuka Bupati OKU Timur Ir H Lanosin MT MM di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu 19 Agustus 2026.

Advertorial

FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:21 WIB