CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.

PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.

‎‎WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Artificial intelligence [AI] mulai mengubah lanskap pembelajaran dan dunia kerja. Di tengah perubahan tersebut, instruktur dituntut tak hanya piawai mengajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

‎Hal itu menjadi perhatian PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.
‎
‎Program ini memadukan sertifikasi kompetensi BNSP dengan pemanfaatan AI Mentor, konsep pembelajaran _paperless_, dan penguatan _personal branding_. Peserta dibekali kemampuan untuk merancang, melaksanakan, mengases, hingga mengevaluasi pembelajaran berbasis kompetensi.
‎
‎Direktur PT Cipta Kapasitas Nusantara, Dr Ir H Abdul Nadjib MM mengatakan sertifikasi tidak semestinya dipandang hanya sebagai upaya mendapatkan pengakuan formal.
‎
‎“Tujuan kita mengikuti training dan sertifikasi ini selain untuk memperoleh sertifikat BNSP. Kita hadir untuk meningkatkan kemampuan, menguji kompetensi, dan membuktikan bahwa kita mampu menjalankan peran sebagai instruktur atau trainer secara profesional dan berbasis kompetensi,” ujar Abdul Nadjib.
‎
‎Ia menegaskan, kompetensi instruktur tidak berhenti pada kemampuan menyampaikan materi.
‎
‎“Seorang instruktur profesional bukan hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga mampu memastikan peserta benar-benar belajar dan mencapai kompetensi,” katanya.
‎
‎Salah satu hal yang menjadi pembeda dalam program CKN adalah penerapan AI Mentor sebagai pendamping proses belajar.
‎
‎Teknologi tersebut dimanfaatkan peserta untuk mengeksplorasi materi, melakukan persiapan, menyusun program pelatihan berbasis kompetensi, serta mendukung proses pembelajaran.
‎
‎Namun, CKN menegaskan AI ditempatkan sebagai teknologi pendukung, bukan pengganti instruktur.
‎
‎“AI bukan pengganti instruktur. AI dapat menjadi partner belajar yang membantu peserta mempersiapkan diri, mengeksplorasi pengetahuan, dan mengembangkan kompetensinya,” ujar Abdul Nadjib.
‎
‎ Penerapan teknologi juga terlihat dari konsep _paperless learning_. Materi, aktivitas peserta, hingga administrasi pembelajaran diarahkan menggunakan media digital.
‎
‎Dengan pola tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai transformasi digital, tetapi sekaligus mengalaminya selama mengikuti proses pelatihan.
‎
‎Materi program mencakup berbagai kompetensi yang dibutuhkan seorang instruktur, mulai dari K3, komunikasi dan presentasi, penyusunan program pelatihan, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, asesmen kompetensi, desain media pembelajaran, pembelajaran inovatif, tindakan korektif, _On the Job Training_ (OJT), monitoring, hingga administrasi SDM pelatihan.
‎
‎Aspek kompetensi tersebut kemudian diperkuat melalui materi _personal branding_.
‎
‎Peserta diarahkan mengemas pengalaman, keahlian, kompetensi, dan rekam jejak menjadi identitas profesional yang jelas. Dengan demikian, kemampuan yang dimiliki tidak hanya tersimpan sebagai kompetensi personal, tetapi juga dapat dikomunikasikan kepada organisasi maupun masyarakat.
‎
‎Peserta berasal dari berbagai latar belakang, seperti dosen, trainer, instruktur, praktisi, profesional, pengelola pelatihan, hingga tenaga yang memiliki pengalaman dalam proses transfer _knowledge_.
‎
‎Sejumlah trainer dan praktisi yang terlibat antara lain Fauzi Noerwenda dan July White, bersama dukungan manajemen PT Cipta Kapasitas Nusantara.
‎
‎CKN merumuskan tiga elemen yang dinilai saling melengkapi dalam membangun instruktur masa kini: kompetensi, teknologi, dan personal branding.
‎
‎Kompetensi menjadi fondasi melalui penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai standar. Teknologi menjadi instrumen untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, sementara _personal branding_ menjadi cara membangun identitas profesional berdasarkan kompetensi dan rekam jejak.
‎
‎“Instruktur masa kini harus mampu menguasai kompetensi profesinya, memahami teknologi, memanfaatkan AI secara produktif, dan memiliki personal branding yang baik,” kata Abdul Nadjib.
‎
‎CKN menilai kehadiran AI tidak menghilangkan peran instruktur. Justru, instruktur dituntut semakin mampu memahami peserta, menentukan metode pembelajaran, memfasilitasi proses belajar, memberikan umpan balik, melakukan asesmen, dan memastikan kompetensi tercapai.
‎
‎Pada akhirnya, teknologi diposisikan sebagai alat pendukung. Sementara kualitas instruktur tetap ditentukan oleh kemampuan menggabungkan kompetensi, teknologi, dan karakter profesional dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan relevan dengan kebutuhan era AI. [red]

Baca Juga:  Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan

Berita Terkait

PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional
Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!
Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik
SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun
Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Selasa, 29 September 2026 - 19:16 WIB

PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional

Selasa, 29 September 2026 - 14:45 WIB

Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa

Selasa, 29 September 2026 - 12:49 WIB

Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Senin, 28 September 2026 - 16:10 WIB

Bahaya Listrik Mengintai, PLN UID S2JB Perkuat Garda Keselamatan di Ruang Publik

Berita Terbaru

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Headlines

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 Sep 2026 - 20:27 WIB