Herman Deru Mulai Siagakan 192 Tempat Tidur di Wisma Atlet Untuk Penanganan COVID-19 Ringan

- Jurnalis

Rabu, 12 Mei 2021 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meninjau langsung kesiapan wisma atlet di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (12/5).

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meninjau langsung kesiapan wisma atlet di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (12/5).

#BOR di Sumsel Sebesar 53 Persen

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meninjau langsung kesiapan wisma atlet di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (12/5).

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan ruang isolasi yang ada di tower JSC yang akan dijadikan sebagai tempat penanganan COVID-19.

Dalam peninjauan tersebut diketahui, sedikitnya ada 64 kamar yang disediakan untuk penanganan COVID-19 di Sumsel tersebut. Dimana dalam satu kamar tersedia  tiga tempat tidur.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meninjau langsung kesiapan wisma atlet di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (12/5).
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meninjau langsung kesiapan wisma atlet di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (12/5).

“Ini upaya kita menyikapi fluktuasi penambahan angka COVID-19 di Sumsel. Ada 64 kamar yang disiapkan. Masing-masing kamar ada 3 tempat tidur, artinya 193 tempat tidur yang disiapkan. Mulai hari ini mulai kita buka wisma atlet penanganan covid-19 ringan,” kata Herman Deru.

Menurutnya, saat ini ada 718 tempat tidur untuk karantina pasien COVID-19 yang ada di kota Palembang. Dengan adanya penambahan tersebut, jumlah ketersediaan tempat tidur di kota Palembang mencapai 910 tempat tidur.

Baca Juga:  RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎

“RSMH juga siap menambah 100 tempat tidur lagi untuk penanganan COVID-19 ini. Dengan tambahan tersebut, tentu ketersediaan tempat tidur ini lebih dari 1000. Mudah-mudahan dengan adanya ketersediaan tempat tidur ini, kekhawatiran kita soal data Bed Occupancy Ratio (BOR) ini dapat terjawab,” ucapnya.

Dia menyebut, angka BOR di Sumsel sendiri saat ini sebesar 53 persen. Angka tersebut tentu dibawah ambang batas pemerintah pusat yang menetapkan batas BOR sebesar 70 persen.

“Hari ini angka BOR Sumsel 53 persen. Jauh dari ambang batas Permendagri 70 persen. Namun angka 53 persen itu belum termasuk jumlah penambahan kamar yang saat ini dilakukan. Mudah-mudahan pada evaluasi Selasa nanti angka BOR Sumsel bisa mencapai 30 persen,” ungkapnya.

Di sisi lain, Herman Deru juga menyarankan agar rumah sakit di kabupaten dan kota di Sumsel tidak langsung mengirimkan pasiennya yang terpapar COVID-19 ke Palembang.

Baca Juga:  Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

“Sebisanya kabupaten dan kota mengatasi dulu. Jangan langsung dirujuk ke Palembang. Sebab, kasian dengan kota Palembang karena itu akan berdampak pada perhitungan zona dan masuk akumulasi jumlah kasus covid 19 di Palembang,” tegasnya.

Sementara, menyoal adanya mutasi covid 19 B1617 terdeteksi di Palembang, Herman Deru tak menampik hal itu. Dia menyebut, hal itu dapat terdeteksi karena Palembang memang melakukan pemeriksaan.

“Itu artinya kita memang melakukan pemeriksaan. Tidak ada yang ditutupi. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada gejala yang mengkhawatirkan. Namun untuk pemeriksaannya 8 kriterianya. Salah satunya jika cycle threshold (CT) dibawah 20 makan kita lakukan pemeriksaan. Yang jelas saat ini upaya penanganan COVID-19 di Sumsel menunjukkan hasil positif,” pungkasnya. (rel/Abror Vandozer/Adv)

Berita Terkait

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
RAPBD Perubahan Sumsel 2026 Turun Rp213 Miliar, Belanja Daerah Disepakati Rp9,5 Triliun ‎
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Berita Terbaru