Garda Sriwijaya Indonesia Urai Konflik Agraria dengan Persuasif

- Jurnalis

Jumat, 25 Februari 2022 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garda Sriwijaya Indonesia menggelar Focus Group Discussion [FGD] bersama pihak Kepolisian, Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional [ATR BPN] Sumsel, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan [DLHP Sumsel], dan masyarakat dari lima Kabupaten di Sumsel, bertempat di Hotel Amaris, Kamis [24/2/2022].

Garda Sriwijaya Indonesia menggelar Focus Group Discussion [FGD] bersama pihak Kepolisian, Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional [ATR BPN] Sumsel, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan [DLHP Sumsel], dan masyarakat dari lima Kabupaten di Sumsel, bertempat di Hotel Amaris, Kamis [24/2/2022].

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Garda Sriwijaya Indonesia mengurai konflik agraria yang selama ini memicu keributan di kalangan masyarakat dengan menjalin sinergitas persuasif bersama stakeholder.

Konflik agraria yang terjadi telah berdampak terhadap perpecahan hingga memecah belah persatuan.

Upaya menanggulangi konflik, Garda Sriwijaya Indonesia menggelar Focus Group Discussion [FGD] bersama pihak Kepolisian, Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional [ATR BPN] Sumsel, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan [DLHP Sumsel], dan masyarakat dari lima Kabupaten di Sumsel, bertempat di Hotel Amaris, Kamis [24/2/2022].

“Gerakan yang digagas Garda Sriwijaya Indonesia [GSI] ini merupakan langkah dalam menanggulangi konflik yang memicu keributan di kalangan masyarakat, sehingga persoalan konflik agraria perlu dicermati dan diselesaikan secara persuasif tanpa adanya kekerasan dan intimidasi,” kata Ketua Umum [Ketum] GSI Dedy Irawan.

Baca Juga:  Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Dikatakan Dedy, ide pemikiran ini merupakan upaya konkrit yang dilakukan kami [penggiat agraria] dalam upaya menyelesaikan konflik agraria masyarakat di Sumsel agar dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan menemukan solusi bersama.

“Pada FGD ini, kami mengundang berbagai elemen, mulai dari masyarakat berkonflik, Kepolisian, BPN dan Pemerintah daerah, dipertemukan dan duduk bersama menyelesaikan konflik agraria secara persuasif,” ujarnya.

Nantinya, ujar Dedi, kami akan membawa resume ini ke Kementrian ATR-BPN untuk disampaikan dan sudah diagendakan bertemu dengan wakil Menteri. Kami memohon dukungan masyarakat agar upaya menyelesaikan konflik agraria sesuai dengan cita-cita Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Kasubdit Harda Polda Sumatera Selatan, Kompol Agus Khairudin menyampaikan, pihaknya mendukung penuh agenda kerja Garda Sriwijaya dalam upaya turut membantu menyelesaikan konflik agraria masyarakat.

Baca Juga:  70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

“Kami mendukung penuh apa yang dilakukan Garda Sriwijaya Indonesia dalam melakukan upaya penyelesaian konflik agraria masyarkat. Pada hakikatnya kami melaksanakan tugas sebagaimana mestinya dan akan menindaklajuti apabila adanya laporan yang masuk ke kami,” terang Agus.

Ratusan masyarakat yang mengikuti penyelesaian konflik agraria secara persuasif ini berasal lima kabupaten yang terlibat dalam antara lain masyarakat dari kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir [OKI], Oku Timur [OKUT] dan masyarakat dari Kabupaten Musi Rawas Utara.

Selain itu, masyarakat mendeklarasikan diri agar penyelesaian konflik agraria dapat di tuntaskan dengan persuasif tanpa harus melakukan tindakan kekerasan. [AbV]

Berita Terkait

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat
Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar
Ironi Efisiensi di Ogan Ilir: Sewa Ratusan Mobil untuk Operasional Pejabat
70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Selasa, 8 September 2026 - 10:09 WIB

MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

Selasa, 8 September 2026 - 09:52 WIB

Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Minggu, 6 September 2026 - 11:48 WIB

Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar

Sabtu, 5 September 2026 - 04:58 WIB

Ironi Efisiensi di Ogan Ilir: Sewa Ratusan Mobil untuk Operasional Pejabat

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB