“Demo Mahasiswa” Pengamat Hingga Masyarakat Angkat Bicara

Aksi penolakan terhadap kenaikan bahan bakar minyak [BBM] oleh ribuan mahasiswa Sumatera Selatan di Simpang Lima DPRD Sumsel, Kamis [08/09] menuai sorotan publik.
Aksi penolakan terhadap kenaikan bahan bakar minyak [BBM] oleh ribuan mahasiswa Sumatera Selatan di Simpang Lima DPRD Sumsel, Kamis [08/09] menuai sorotan publik.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Aksi penolakan terhadap kenaikan bahan bakar minyak [BBM] oleh ribuan mahasiswa Sumatera Selatan di Simpang Lima DPRD Sumsel, Kamis [08/09] menuai sorotan publik.

“Melakukan aksi itu, merupakan hak mereka [mahasiswa], karena itu kebebasan berpendapat dan negara kita demokrasi. Tapi, persoalannya sesuai aturan tidak anarkis, tidak merusak fasilitas umum, tidak ngomong kasar dan kurang ajar,” ungkap Pengamatan Sosial dan Politik [Sospol] Bagindo Togar.

banner 468x60

Dikatakan Bagindo, silakan bereaksi dan melakukan penolakan tapi harus dengan cara baik-baik, dan harus memberikan masukan yang objektif, ini memang terasa bagi semua masyarakat. “Beragam biaya angkutan naik dan lainnya, tetapi ini tidak bisa terelakan lagi, namun sisi hal lain juga pemerintah memberikan BLT dan Bansos,” ujar Eks Ketua Alumni FISIP Unsri ini.

Sementara itu, Desri Pemerhati Sosial Ekonomi Republik Indonesia [POSE RI] menyampaikan saran untuk adik-adik mahasiswa terkait kenaikan harga BBM silakan sampaikan pendapat, karena penyampaian pendapat dilindungi konstitusi.

“Kami sebagai alumni-alumni terutama untuk tim Sumsel, berlakulah baik dengan kaidah UU yang berlaku karena kenaikan BBM ini tidak bisa dihindari lagi,” ucapnya.

Tapi untuk menyampikan pendapat, sambungnya, harus berkoordinasi dengan penegak hukum jangan melanggar sifat-sifat yang merugikan.

“Merugikan dari apa yang disampaikan tidak tersalurkan dengan baik. Jangan melakukan anarkis jadi sampaikanlah dengan baik karena kepolisian akan mengawal dan bekerja dengan baik pula,” bebernya.

Lanjutnya, untuk para mahasiswa juga harus tahu tempat, tanggal dan waktu menghentikan aksi sesuai dengan UU.

“Adek-adek juga jangan terpancing dengan keterlambatannya penerima dari penyampian aksi ini. Mereka juga sudah mendengar apa tuntutan kita, silahkan sampaikan tapi jangan merugikan diri sendiri,” ulasnya.

Di sisi lain, satu di antara pengunjung Mall Palembang Icon bernama Sridinanti berpendapat, dengan adanya aksi ini dirinya merasa tidak nyaman dan terganggu, karena ada kekhawatiran tersendiri. Apalagi sebagai pengunjung mall dan aksi dekat sekali dengan mall jadi merasa takut.

“Dibilang mendukung, ya mendukung tapi jangan sampai anarkis,” katanya.

Selain itu, pengemudi Ojek Online [Ojol] Musin, mengungkapan dirinya sebagai Ojol sulit dapat orderan dan harus memutar jalan yang jauh. “Demo, ya silakan tapi kalo bisa jangan banyak penutupan jalan, karena itu salah satu yang membuat kesulitan dapat orderan,” tuturnya.

Dirinya berharap semoga dengan adanya demo ini tidak ada lagi penaikan harga entah itu BBM ataupun Sembako.

“Saya sendiri mendukung, tapi kalau bisa jangan ada besi dan palang dijalan karena menyulitkan Ojol,” tutupnya.

Laporan Suherman | Editor AbV