“Demo Mahasiswa” Pengamat Hingga Masyarakat Angkat Bicara

- Jurnalis

Jumat, 9 September 2022 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi penolakan terhadap kenaikan bahan bakar minyak [BBM] oleh ribuan mahasiswa Sumatera Selatan di Simpang Lima DPRD Sumsel, Kamis [08/09] menuai sorotan publik.

Aksi penolakan terhadap kenaikan bahan bakar minyak [BBM] oleh ribuan mahasiswa Sumatera Selatan di Simpang Lima DPRD Sumsel, Kamis [08/09] menuai sorotan publik.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Aksi penolakan terhadap kenaikan bahan bakar minyak [BBM] oleh ribuan mahasiswa Sumatera Selatan di Simpang Lima DPRD Sumsel, Kamis [08/09] menuai sorotan publik.

“Melakukan aksi itu, merupakan hak mereka [mahasiswa], karena itu kebebasan berpendapat dan negara kita demokrasi. Tapi, persoalannya sesuai aturan tidak anarkis, tidak merusak fasilitas umum, tidak ngomong kasar dan kurang ajar,” ungkap Pengamatan Sosial dan Politik [Sospol] Bagindo Togar.

Dikatakan Bagindo, silakan bereaksi dan melakukan penolakan tapi harus dengan cara baik-baik, dan harus memberikan masukan yang objektif, ini memang terasa bagi semua masyarakat. “Beragam biaya angkutan naik dan lainnya, tetapi ini tidak bisa terelakan lagi, namun sisi hal lain juga pemerintah memberikan BLT dan Bansos,” ujar Eks Ketua Alumni FISIP Unsri ini.

Sementara itu, Desri Pemerhati Sosial Ekonomi Republik Indonesia [POSE RI] menyampaikan saran untuk adik-adik mahasiswa terkait kenaikan harga BBM silakan sampaikan pendapat, karena penyampaian pendapat dilindungi konstitusi.

Baca Juga:  Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer "Cicilan" Diabaikan

“Kami sebagai alumni-alumni terutama untuk tim Sumsel, berlakulah baik dengan kaidah UU yang berlaku karena kenaikan BBM ini tidak bisa dihindari lagi,” ucapnya.

Tapi untuk menyampikan pendapat, sambungnya, harus berkoordinasi dengan penegak hukum jangan melanggar sifat-sifat yang merugikan.

“Merugikan dari apa yang disampaikan tidak tersalurkan dengan baik. Jangan melakukan anarkis jadi sampaikanlah dengan baik karena kepolisian akan mengawal dan bekerja dengan baik pula,” bebernya.

Lanjutnya, untuk para mahasiswa juga harus tahu tempat, tanggal dan waktu menghentikan aksi sesuai dengan UU.

“Adek-adek juga jangan terpancing dengan keterlambatannya penerima dari penyampian aksi ini. Mereka juga sudah mendengar apa tuntutan kita, silahkan sampaikan tapi jangan merugikan diri sendiri,” ulasnya.

Baca Juga:  Lawang Borotan Jadi Saksi Gaung Genderang Darussalam KASTA Sumsel

Di sisi lain, satu di antara pengunjung Mall Palembang Icon bernama Sridinanti berpendapat, dengan adanya aksi ini dirinya merasa tidak nyaman dan terganggu, karena ada kekhawatiran tersendiri. Apalagi sebagai pengunjung mall dan aksi dekat sekali dengan mall jadi merasa takut.

“Dibilang mendukung, ya mendukung tapi jangan sampai anarkis,” katanya.

Selain itu, pengemudi Ojek Online [Ojol] Musin, mengungkapan dirinya sebagai Ojol sulit dapat orderan dan harus memutar jalan yang jauh. “Demo, ya silakan tapi kalo bisa jangan banyak penutupan jalan, karena itu salah satu yang membuat kesulitan dapat orderan,” tuturnya.

Dirinya berharap semoga dengan adanya demo ini tidak ada lagi penaikan harga entah itu BBM ataupun Sembako.

“Saya sendiri mendukung, tapi kalau bisa jangan ada besi dan palang dijalan karena menyulitkan Ojol,” tutupnya.

Laporan Suherman | Editor AbV

Berita Terkait

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!
19 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Kadis Pariwisata Definitif–Kadishub Beralih “Kursi Kosong”
Dari Beban Jadi Energi: PSEL Keramasan Siap Revolusi Pengelolaan Sampah Palembang

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:28 WIB

Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:02 WIB

AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang

Senin, 11 Mei 2026 - 20:31 WIB

Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Berita Terbaru