Dari Beban Jadi Energi: PSEL Keramasan Siap Revolusi Pengelolaan Sampah Palembang

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat diwawancarai soal PSEL Keramasan, Rabu 6 Mei 2026.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat diwawancarai soal PSEL Keramasan, Rabu 6 Mei 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menuntaskan persoalan sampah melalui percepatan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik [PSEL] di Keramasan, Kecamatan Kertapati.

Proyek strategis nasional ini ditargetkan rampung pada Oktober mendatang dan diyakini menjadi solusi permanen bagi masalah sampah di Palembang serta wilayah sekitarnya.

Dalam kunjungan lapangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Mohammad Jumhur Hidayat, Rabu 6 Mei 2026 menekankan pentingnya efisiensi operasional dengan menjaga kapasitas minimal 1.000 ton sampah per hari.

Ia mendorong kerja sama aglomerasi dengan kabupaten tetangga agar fasilitas ini berfungsi optimal.

“Jangan di bawah seribu ton. Jika kurang, kita dorong kerja sama dengan kabupaten sekitar,” tegasnya.

Baca Juga:  Banjir Dadakan Kala Lebaran di Banyuasin III

Menteri juga memastikan dukungan tambahan armada angkut sampah. Rencananya, sekitar 50 unit mobil compactor akan direalisasikan melalui kombinasi pendanaan APBN, APBD, dan CSR.

Sementara itu, Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa catatan khusus dari Menteri LHK terkait pengelolaan air lindi akan menjadi perhatian serius.

Sterilisasi proses sejak sumber sampah hingga pengolahan akan dijalankan untuk menjaga ekosistem sekitar.

Saat ini, operasional baru didukung 10 unit armada pengangkut. Pemerintah kota bersama kementerian tengah mengupayakan penambahan 50 unit baru dengan dukungan administrasi ke Kementerian Keuangan.

Selain itu, Pemkot Palembang aktif menjajaki bantuan CSR dari perusahaan besar seperti PTBA, Pusri, dan Pertamina.

Baca Juga:  Inflasi Palembang Maret 2026 Turun ke 3,10 Persen, Wali Kota Ratu Dewa Tekankan Strategi 4K

Proyek PSEL telah menyerap sekitar 150 tenaga kerja, dengan 80% di antaranya warga Palembang. Hingga kini progres pembangunan mencapai 83,2%.

Fasilitas ini tidak hanya melayani Kota Palembang, tetapi juga diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah regional.

Sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKI, telah menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama. Jika sesuai jadwal, peresmian PSEL akan digelar pada 19 Oktober 2026, dengan harapan dipimpin langsung oleh Presiden.

“Proyek PSEL ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi persoalan sampah di Palembang dan sekitarnya, mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi yang bermanfaat melalui teknologi modern,” pungkas Ratu Dewa.

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang
Wali Kota Ratu Dewa bersama Kajari Palembang Serahkan Gerobak Bakso untuk Eks Napiter
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:37 WIB

Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:58 WIB

Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:46 WIB

Wali Kota Ratu Dewa bersama Kajari Palembang Serahkan Gerobak Bakso untuk Eks Napiter

Berita Terbaru

Institut Nalar Publik

Opini

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB