Tragis!! Tambang Batubara Milik Rakyat Telan 11 Korban Jiwa

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat excavator dikerjakan untuk menggali timbunan tanah untuk mencari korban yang terjebak dan tertimbun longoran tanah

Alat excavator dikerjakan untuk menggali timbunan tanah untuk mencari korban yang terjebak dan tertimbun longoran tanah

TRAGEDI amblasnya terowongan tambang batubara milik masyarakat di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan memakan 11 korban jiwa sekira pukul 14.00 WIB, Rabu (21/10/2020).

Infornasi yang dihimpun awak media, aktivitas penambangan batubara yang dilakukan pihak masyarakat hingga di kedalaman sekitar 20 meter dari mulut tambang.

Warga Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung membantu evakuasi korban yang tertimbun longsor
Warga Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung membantu evakuasi korban yang tertimbun longsor

Pencarian terhadap korban berlangsung lebih kurang 3 jam menggunakan alat excavator, pemerintah Desa, pihak petugas dan warga setempat.

Baca Juga:  KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

“Mereka melakukan penambangan batubara di kedalaman sekitar 20 meter berbentuk terowongan. Kondisi cuaca saat itu hujan hingga menyebabkan terjadinya longsor dan keadaan tanah memang labil,” ungkap Sekretaris BPBD Sumsel Anshori.

Korban yang telah dievakuasi
Korban yang telah dievakuasi

Atas kejadian itu, lanjut Anshori, menelan 11 korban jiwa dari masyarakat yang sedang melakukan penambangan. “Korban korban tambang rakyat tersbut, Darwis, Hardiawan, Rukasih, Zulpiawan merupakan warga dari Tanjung Lalang. Joko Supriyanto, Purwadi berasal dari Penyandingan, Sumarli dari Muara Kisam, Umardani berasal Suka Raja, Sedangkan Sukron dari Lampung, Sandra berasal dari Jawa Tengah dan satu korban lagi belum diketahui identitasnya,” terang Anshori memberikan keterangan via Whatsapp, Rabu (21/10/2020) malam.

Baca Juga:  Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!
Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!
KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap
Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang
Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!
Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas
7 Penjaga Terakhir Warisan Palembang Dilantik, Ratu Dewa: Jangan Sampai Sejarah Tergusur Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Andreas Sentil Kapolda Baru: Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Mahasiswa dan Wartawan, Jangan Tebang Pilih!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

KAHMI Sumsel Kecam Kekerasan di Mapolda Sumsel, Desak Pelaku Pengeroyokan Aktivis dan Wartawan Ditangkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Solidaritas Jurnalis OKU Timur Menguat, Polisi Didesak Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Palembang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Anwar Sadat: Karhutla Sumsel Bukan Sekadar Bencana, Pidananya Wajib Dituntaskan!

Berita Terbaru