Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkes dr Benjamin Paulus Octavianus bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat memberikan keterangan pers usai sosialisasi program pemberantasan tuberculosis [TB] di Rumah Dinas Wali Kota Palembang pada Senin 24 Agustus 2026.

Wamenkes dr Benjamin Paulus Octavianus bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat memberikan keterangan pers usai sosialisasi program pemberantasan tuberculosis [TB] di Rumah Dinas Wali Kota Palembang pada Senin 24 Agustus 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Wakil Menteri Kesehatan [Wamenkes] dr Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pemerintah terus mempercepat program pemberantasan tuberkulosis [TB] sebagai salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

‎Hal itu disampaikannya usai melakukan sosialisasi program percepatan pemberantasan TB di Palembang, pada Senin 24 Agustus 2026. Menurutnya, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus TB tertinggi di dunia.

‎”Kasus TB Indonesia nomor dua di dunia, dengan 10 persen kasus TB di dunia ada di Indonesia. Maka Presiden ingin supaya ini menjadi program prioritas,” kata Benjamin.

‎Ia mengatakan kunjungan ke Palembang merupakan bagian dari sosialisasi program yang telah dilakukan di 26 provinsi. Pemerintah, lanjutnya, ingin memastikan daerah memahami mekanisme percepatan penemuan dan penanganan kasus TB.

‎Benjamin menyebut penanganan pasien TB selama ini dinilai sudah cukup baik, terutama dalam aspek pengobatan. Tingkat penemuan dan pengobatan pasien TB disebut telah mencapai lebih dari 90 persen, sementara kepatuhan minum obat juga berada di kisaran 90 persen.

‎Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam menemukan orang yang telah tertular, khususnya mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TB di dalam rumah.

‎”Yang kita punya masalah adalah orang yang tertular itu perlu diperiksa, kontak erat serumah. Ini yang sekarang kita canangkan secara nasional supaya kita lakukan CKG [Cek Kesehatan Gratis],” ujarnya.

‎Melalui program CKG, pemeriksaan kesehatan tidak hanya diarahkan untuk mendeteksi penyakit seperti diabetes dan hipertensi, tetapi juga menemukan kemungkinan kasus TB. Pemerintah juga akan memanfaatkan pemeriksaan foto rontgen yang tersedia di puskesmas untuk mendeteksi kelainan pada paru.

‎Jika ditemukan anggota keluarga yang memiliki risiko tertular, pemerintah akan memberikan obat pencegahan TB.

‎”Keluarga yang tertular bisa dapat obat pencegahan. Itulah kedatangan kita ke sini,” katanya.

‎Benjamin mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Palembang dan jajaran Dinas Kesehatan terhadap pelaksanaan program tersebut.

‎Selain sosialisasi TB, Benjamin juga meninjau RSUD Bari Palembang untuk melihat kesiapan fasilitas dan peralatan kesehatan.

‎Dalam kunjungan tersebut, ia mengecek kesiapan layanan untuk penanganan sejumlah penyakit prioritas, yakni stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal.

‎”Kita melihat bagaimana program dari pemerintah kita adalah bagaimana penanganan stroke, penanganan jantung, penanganan kanker, dan penanganan gagal ginjal bisa diatasi dengan baik,” ujarnya.

‎Benjamin mengatakan fasilitas penanganan jantung di RSUD Bari saat ini telah lengkap dan mendapat persetujuan dari BPJS Kesehatan. Dengan demikian, rumah sakit tersebut sudah dapat memberikan layanan bagi pasien yang mengalami serangan jantung.

‎”Alatnya sudah ada semua dan segala sesuatunya sudah beres, sudah bisa beroperasional. Itu baru sejak bulan Mei kemarin untuk jantungnya,” tukasnya.

‎Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan Pemkot Palembang akan menindaklanjuti sejumlah instruksi terkait percepatan penanganan TB, terutama di tingkat puskesmas.

‎Ia meminta Dinas Kesehatan dan puskesmas memastikan program tersebut dapat diterapkan dan menjangkau masyarakat di lapangan.

‎”Dua bulan ke depan akan ada tindak lanjut dari apa yang sudah diberikan oleh Pak Wamenkes dengan pejabat utamanya tadi,” kata Ratu Dewa.

‎Menurutnya, dua bulan ke depan akan menjadi momentum evaluasi untuk melihat pelaksanaan program, termasuk mengukur apakah terjadi peningkatan atau penurunan dalam penanganan TB.

‎”Itu akan jadi prioritas dan ini akan segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim Wasev TMMD Tiba di Palembang, Evaluasi Progres Program Kodim 0418

Laporan/Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Petani OKU Timur Diperkuat! 223 Pompa, 32 Traktor Roda Empat hingga 20 Combine Harvester Hadapi Terjangan El Nino
Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar
BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎
200 Mobil Listrik Asal Vietnam Bakal Ngaspal di Palembang, Pantik Sorotan Tajam DPRD, Dishub Belum Tahu Soal Sertifikasi Supir
Ironi Efisiensi di Ogan Ilir: Sewa Ratusan Mobil untuk Operasional Pejabat
PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎
70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 12:00 WIB

Petani OKU Timur Diperkuat! 223 Pompa, 32 Traktor Roda Empat hingga 20 Combine Harvester Hadapi Terjangan El Nino

Minggu, 6 September 2026 - 11:48 WIB

Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar

Sabtu, 5 September 2026 - 17:00 WIB

BCR Nilai Pernyataan Oknum Anggota DPRD Palembang Tendensius “ASBUN” Ultimatum 2×24 Jam Minta Maaf ‎

Sabtu, 5 September 2026 - 13:03 WIB

200 Mobil Listrik Asal Vietnam Bakal Ngaspal di Palembang, Pantik Sorotan Tajam DPRD, Dishub Belum Tahu Soal Sertifikasi Supir

Selasa, 1 September 2026 - 17:03 WIB

PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

Berita Terbaru