Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Palembang Ratu Dewa

Wali Kota Palembang Ratu Dewa

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Keberadaan 114 anak sungai di Kota Palembang menjadi perhatian Pemerintah Kota Palembang. Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta jajaran camat dan lurah mendalami sejarah sungai di wilayah masing-masing agar jejak peradaban yang menjadi bagian dari identitas kota tidak hilang.

Arahan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat membuka Seminar Sejarah 114 Sungai di Ruang Rapat Parameswara, Setda Kota Palembang, Rabu 14 Oktober 2026.

Ratu Dewa menilai, selama ini perhatian masyarakat lebih banyak tertuju pada Sungai Musi sebagai ikon Kota Palembang. Padahal, keberadaan anak-anak sungai turut membentuk sejarah, kehidupan sosial, dan perkembangan wilayah kota.

“Camat dan lurah harus benar-benar mendalami seminar ini karena mereka merupakan salah satu pejabat setempat yang bisa menceritakan asal usul sungai tersebut,” tegas Ratu Dewa.

Menurutnya, seminar tersebut menjadi momentum untuk menghimpun kembali pengetahuan sejarah sungai yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga:  FASI di OKU Timur, Bupati Enos Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Ia menegaskan, pengenalan sejarah sungai tidak boleh berhenti pada kegiatan seminar. Pengetahuan yang dihimpun harus menjadi dasar untuk memperkuat upaya pelestarian serta mendorong perhatian pemerintah terhadap keberadaan sungai dalam pembangunan kota.

“Kita tidak boleh membiarkan sungai hanya tinggal dalam catatan sejarah, sementara keberadaannya semakin terabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Sungai yang dahulu menjadi sumber kehidupan harus kembali menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan kota,” ujarnya.

Ratu Dewa juga mendorong perubahan cara pandang terhadap sungai. Menurutnya, sungai bukan sekadar aliran air, melainkan aset ekologis, bagian dari sistem tata air, ruang kehidupan masyarakat, sekaligus warisan sejarah dan budaya yang memiliki nilai ekonomi.

Untuk mendukung langkah tersebut, camat dan lurah diharapkan melibatkan masyarakat dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menjaga sungai-sungai yang berada di wilayah masing-masing.

Pemerintah Kota Palembang juga mendorong keterlibatan akademisi dan pemerhati sejarah dalam memperkuat kajian berbasis bukti. Sementara itu, komunitas lingkungan diharapkan berperan dalam edukasi serta pengawasan partisipatif terhadap pelestarian sungai.

Baca Juga:  Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Salah satu gagasan yang disampaikan Ratu Dewa adalah pengembangan digitalisasi data sejarah 114 sungai secara bertahap. Sistem tersebut diharapkan menjadi sumber informasi yang mudah diakses dan diperbarui serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan sejarah lokal, pengenalan identitas wilayah, dan perencanaan lingkungan.

“Selain bertujuan mengetahui apa saja sungai yang ada di Kota Palembang yang berjumlah 114 anak sungai tersebut, anak-anak muda zaman sekarang tentunya harus menguasai dasar sejarah mengenai aliran sungai-sungai yang ada,” katanya.

Ia berharap pendokumentasian sejarah 114 anak sungai dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap warisan lingkungan Palembang sekaligus menjadi pijakan bagi upaya pelestarian yang lebih terarah.

Melalui seminar tersebut, Pemkot Palembang menekankan pentingnya pendataan sejarah sungai sebagai bagian dari upaya menjaga identitas kota dan memastikan keberadaan sungai tetap diperhitungkan dalam pembangunan di masa mendatang. [AbV]

Berita Terkait

Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat
ASN Pemkot Palembang Galang 22 Ton Beras, Wujud Kepedulian bagi Warga Terdampak Kabut Asap
Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:17 WIB

ASN Pemkot Palembang Galang 22 Ton Beras, Wujud Kepedulian bagi Warga Terdampak Kabut Asap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Berita Terbaru