Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Palembang bersama TNI Angkatan Udara menandatangani pernyataan bersama terkait penggunaan sementara lahan seluas 6,9 hektare milik Lanud Sri Mulyono Herlambang [SMH] untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Palembang.

Pemerintah Kota Palembang bersama TNI Angkatan Udara menandatangani pernyataan bersama terkait penggunaan sementara lahan seluas 6,9 hektare milik Lanud Sri Mulyono Herlambang [SMH] untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Palembang.

WIDAZONE.com, PALEMBANG | Pemerintah Kota Palembang bersama TNI Angkatan Udara menandatangani pernyataan bersama terkait penggunaan sementara lahan seluas 6,9 hektare milik Lanud Sri Mulyono Herlambang [SMH] untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Palembang.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal penyediaan lahan bagi pembangunan fasilitas pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada TNI AU, khususnya Komandan Lanud SMH Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, atas dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut.

Menurut Ratu Dewa, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Palembang.

“Ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Ini adalah tanda tangan untuk masa depan 1.000 anak-anak kita. Terima kasih TNI AU yang telah membuka pintu markasnya untuk menjadi kawah candradimuka bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujar Ratu Dewa.

Berdasarkan perencanaan, Sekolah Rakyat permanen itu akan dibangun di atas lahan 6,9 hektare di kawasan Lanud SMH. Fasilitas pendidikan yang dirancang bertingkat empat lantai tersebut ditargetkan menampung hingga 1.000 siswa pada tahap awal, dengan rencana peningkatan kapasitas menjadi 2.500 siswa pada 2027.

Baca Juga:  Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok kesejahteraan terbawah atau desil 1 dan 2, termasuk anak jalanan serta anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Sekolah Rakyat juga dirancang dengan fasilitas pembelajaran modern dan asrama.

Ratu Dewa mengatakan, Pemkot Palembang akan mengawal proses persiapan pembangunan melalui koordinasi lintas instansi. Dinas Sosial dan perangkat daerah terkait telah diminta memastikan pendataan calon peserta didik serta kelengkapan tahapan administrasi berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Kementerian Sosial RI, Yadi Muchtar, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Palembang merupakan usulan pemerintah kota yang mendapat respons dari pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan akan dilakukan setelah status lahan dinyatakan _clear and clean_ serta seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.

Baca Juga:  Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya

“Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), proses tender pembangunan ditargetkan sudah dimulai pada 16 Oktober 2026. Ini bagian dari tahapan persiapan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan,” kata Yadi.

Yadi menambahkan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendata dan menghimpun calon siswa agar program tersebut tepat sasaran dan dapat diakses anak-anak yang memenuhi kriteria.

Komandan Lanud SMH Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya juga menyatakan dukungan terhadap rencana pemanfaatan lahan tersebut sebagai bagian dari kontribusi TNI AU dalam mendukung pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.

Dengan adanya kesepakatan antara Pemkot Palembang, Kementerian Sosial, dan TNI AU, pembangunan Sekolah Rakyat selanjutnya menunggu penyelesaian persyaratan lahan dan administrasi sebelum memasuki tahapan pelaksanaan.

Jika terealisasi sesuai rencana, fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan potensi secara lebih optimal. [AbV]

Berita Terkait

Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya
ASN Pemkot Palembang Galang 22 Ton Beras, Wujud Kepedulian bagi Warga Terdampak Kabut Asap
Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka
Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas
“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Pemkot Palembang-TNI AU Sepakati Pemanfaatan Lahan 6,9 Hektare untuk Sekolah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:17 WIB

ASN Pemkot Palembang Galang 22 Ton Beras, Wujud Kepedulian bagi Warga Terdampak Kabut Asap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Cipayung Plus Palembang Kecam Keras Dugaan Persekusi di Depan Polda Sumsel, Enam Mahasiswa Luka-Luka

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Breaking News! Dua Wartawan Dikeroyok saat Liputan Demo di Mapolda Sumsel, Handphone Nyaris Dirampas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:53 WIB

“Enjoy” Bikin Geger! Wali Kota Ratu Dewa Minta Maaf: Saya Tetap Peduli Warga ‎

Berita Terbaru