“Intinya kasus ini tetap kami proses secara profesional, sampai hari ini belum ada yang kami amankan dan kami juga tidak akan terburu-buru dalam menetapkan tersangka sampai semua unsur pidana terpenuhi,” ujarnya.
Diketahui, aksi anarkis sopir batu bara menyebabkan kerusakan pada beberapa barang di kantor gubernur seperti kaca gedung utama, lampu hias, lampu tembak, lampu gantung, pendingin ruangan (AC), lampu gantung hingga mobil dinas. Akibatnya, Pemprov Jambi mengalami kerugian hingga ratusan juta. (JFA)
Halaman : 1 2



















