Pendidikan yang Memerdekakan

- Jurnalis

Selasa, 27 Juli 2021 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, Bayumie Syukri AP SE MSi

Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, Bayumie Syukri AP SE MSi

Dalam proses pencarian data, penulis menemukan definisi pendidikan yang memerdekakan menurut Ki Hajar Dewantara yaitu bahwa pendidikan yang memerdekakan merupakan suatu proses pendidikan yang meletakkan unsur kebebasan anak didik untuk mengatur dirinya sendiri, bertumbuh dan berkembang menurut kodratnya. Artinya seorang anak mempunyai otoritas mengembangkan dirinya secara otentik. Ini merupakan sifat khas pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Baca Juga:  Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Sedangkan kekhasan dari pemikiran Montessori adalah analisa psikologis perkembangan anak. Menurutnya seorang anak memiliki sumber keinginan yaitu nafsu kodrati. Nafsu kodrati tersebut mendorong seorang anak untuk mendekati dan mengetahui sesuatu di sekitarnya.

Dalam proses pengenalan akan sesuatu, seorang anak mengaktualisasikan tindakannya sebagai bentuk proses belajarnya. Dalam proses belajar, aktivitas seorang anak jangan dihalangi, tetapi diberi kebebasan agar seorang anak dapat mengeksplorasi keinginannya secara leluasa. Oleh karena itu, Montessori memakai dasar kemerdekaan dan kebebasan dalam model pendidikannya.

Baca Juga:  Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Pemaparan di atas mendorong penulis untuk mensintesis pendidikan yang memerdekakan menurut Ki Hajar Dewantara secara filosofis mengatur dirinya sendiri sesuai dengan kodratnya, Pendidikan yang memerdekakan berlandaskan pengajaran bercirikan orang Indonesia, maksud pendidikan dan pengajaran yang memerdekakan.

Berita Terkait

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎
Pancasila di Persimpangan Jalan
Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada
Keributan Antarwarga Akibat Kebisingan Lingkungan: Persoalan Sepele atau Gangguan Ketertiban Hukum?
Menziarahi Reruntuhan Makna: Ketika Sejarah “Dikhianati” Demi Seremonial Belaka
Hari Pendidikan Nasional: Negara Jangan Lari dari Kewajiban
Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan
Rangkap Jabatan: Alarm Bahaya Birokrasi dan Penyimpangan Kekuasaan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:22 WIB

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WIB

Pancasila di Persimpangan Jalan

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:10 WIB

Keributan Antarwarga Akibat Kebisingan Lingkungan: Persoalan Sepele atau Gangguan Ketertiban Hukum?

Senin, 11 Mei 2026 - 07:47 WIB

Menziarahi Reruntuhan Makna: Ketika Sejarah “Dikhianati” Demi Seremonial Belaka

Berita Terbaru

Pelantikan Relawan Anggota DPR RI Iskandar SE,  pelantikan Pengurus DPC PAN se-Kabupaten OKU Timur, dan rapat kerja daerah [Rakerda] DPD PAN OKU Timur, berlangsung di Aula Hotel Parai Tani, Rabu 5 Agustus 2026.

OKU Timur

PAN Targetkan Bentuk 11 Ribu Relawan di OKU Timur

Kamis, 6 Agu 2026 - 07:22 WIB

Wali Kota Palembang Ratu Dewa

Palembang

Ratu Dewa Apresiasi TMMD Kodim 0418/Palembang

Rabu, 5 Agu 2026 - 17:11 WIB