Pendidikan yang Memerdekakan

- Jurnalis

Selasa, 27 Juli 2021 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, Bayumie Syukri AP SE MSi

Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, Bayumie Syukri AP SE MSi

Oleh : Bayumie Syukri AP SE MSi (Praktisi dan Pemerhati Pendidikan)

Latar Belakang

Pemahaman terhadap pendidikan yang memerdekakan penting untuk saat ini. Pendidikan yang memerdekakan merupakan sebuah wacana yang dapat membuka kesadaran kita untuk melihat keadaan pendidikan yang ada di negeri ini. Untuk mempelajari pendidikan yang memerdekakan seseorang perlu belajar dari sejarah.

Dalam kajian sejarah, kesadaran akan jatidiri sebagai bangsa Indonesia yang merdeka tidak terlepas dari peran pendidikan.

Pendidikan seringkali dimaknai hanya sebagai proses pengembangan intelektual yang parsial saja, hanya terkait dengan mata pelajaran yang diajarkan. Seringkali pendidikan dianggap selesai ketika anak didik sudah memahami materi pelajaran. Persoalan kemanusiaan seakan-akan dilepaskan dari konteks pembelajaran.

Baca Juga:  Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Padahal dalam sejarahnya, pendidikan selalu diupayakan dengan tujuan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan, bukan terlepas darinya.

Istilah pendidikan yang memerdekakan merupakan sebuah istilah yang dipopulerkan oleh Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara merupakan seorang tokoh pendidikan di Indonesia. Dan ia merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Taman Siswa.

Usahanya dalam mendirikan Taman Siswa merupakan suatu bentuk kepeduliannya dalam membangun, meningkatkan dan meninjau kembali sistem pendidikan di Indonesia. Model pendidikan yang dibentuk oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu Pendidikan yang Memerdekakan.

Baca Juga:  Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Oleh karena itu, penulis meyakini bahwa melalui perjuangan yang dimulai oleh Ki Hajar Dewantara, bangsa Indonesia memiliki harapan untuk semakin dimanusiakan dan memiliki kemanusiaan. Usaha memanusiakan manusia tersebut diupayakan melalui pendidikan. Usaha tersebut merupakan suatu bentuk perwujudan cita-cita membangun manusia Indonesia. Dalam hal ini kesadaran mengenai esensi pendidikan yang bertujuan memanusiakan manusia penting disadari.

Berita Terkait

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎
Pancasila di Persimpangan Jalan
Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada
Keributan Antarwarga Akibat Kebisingan Lingkungan: Persoalan Sepele atau Gangguan Ketertiban Hukum?
Menziarahi Reruntuhan Makna: Ketika Sejarah “Dikhianati” Demi Seremonial Belaka
Hari Pendidikan Nasional: Negara Jangan Lari dari Kewajiban
Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan
Rangkap Jabatan: Alarm Bahaya Birokrasi dan Penyimpangan Kekuasaan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:22 WIB

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Senin, 1 Juni 2026 - 14:49 WIB

Pancasila di Persimpangan Jalan

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:46 WIB

Demokrasi di Indonesia : Antara Ada dan Tiada

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:10 WIB

Keributan Antarwarga Akibat Kebisingan Lingkungan: Persoalan Sepele atau Gangguan Ketertiban Hukum?

Senin, 11 Mei 2026 - 07:47 WIB

Menziarahi Reruntuhan Makna: Ketika Sejarah “Dikhianati” Demi Seremonial Belaka

Berita Terbaru