Proses pendidikan sebagai pengembangan pribadi mencakup usaha yang sangat luas. Pengembangan kepribadian bukan hanya berarti perkembangan kepribadian dalam arti personal tetapi pengembangan kepribadian yang menyangkut aspek-aspek sosial. Oleh karena itu, perumusan mengenai proses pengembangan kepribadian memiliki tujuan bahwa manusia mengembangkan kepribadiannya di dalam pengertian etis.
Dalam proses pembinaan, anak didik diarahkan, dibina untuk bertumbuh dan berkembang (crescat et floreat) menjadi pribadi yang rendah hati, murah hati, pemaaf, peduli dengan sesama dan lingkungan sekitar, mampu menghargai sesama, tulus dan ikhlas dalam membantu orang lain, harmonis dalam relasi dengan diri sendiri, sesama, dan lingkungan.
Hal semacam ini perlu pembinaan secara terus-menerus di setiap lembaga pendidikan formal agar anak semakin dewasa mengimplementasikan serta mengaktualisasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, perlu adanya pengertian (ngerti), kesadaran (ngrasa), dan kesungguhan untuk melakukan (ngelakoni) sesuatu secara tanggung jawab sebagai bentuk aplikasi dari pengetahuan yang dimiliki oleh anak didik. Mereka mendapatkan pengetahuan lewat pengajaran dan pendidikan yang dilakukan oleh seorang guru (pamong). Menurut Ki Hajar Dewantara, tahu dan mengerti saja tidak cukup, kalau tidak merasakan dan menyadari, dan tidak ada artinya kalau tidak melaksanakan.
Dengan demikian tugas pendidikan adalah bertanggung jawab untuk membentuk para peserta didik menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter dewasa sehingga mampu menghayati dan menjalani hidup secara bermakna.
Dalam perspektif itu kiranya semboyan non scholae sed vitae discimus “Kita belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk hidup” demikian menegaskan bahwa belajar merupakan sebuah upaya untuk membangun kehidupan dari waktu ke waktu agar semakin baik.
Sekolah harus melakukan pembinaan kognitif, afektif, dan psikomototik secara menyeluruh. Usaha yang dilakukan oleh sekolah dalam hal ini dapat membentuk hidup manusia yang semakin berguna di tengah-tengah masyarakat. Pendidikan apapun pendekatan dan metodenya adalah upaya sadar dan sengaja dalam rangka membina manusia menjadi pribadi yang merdeka, berdiri sendiri, dan memiliki kedewasaan dalam aspek pengetahuan.



![Turnamen Perkumpulan Besar Padel Indonesia [PBPI] Palembang Series II Kapolda Sumsel Cup 2026 resmi ditutup di Luxury Padel Club Palembang, Minggu 2 Agustus 2026, setelah berlangsung selama empat hari sejak 30 Juli.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260803-WA0004-225x129.jpg)
![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-225x129.jpg)




![Turnamen Perkumpulan Besar Padel Indonesia [PBPI] Palembang Series II Kapolda Sumsel Cup 2026 resmi ditutup di Luxury Padel Club Palembang, Minggu 2 Agustus 2026, setelah berlangsung selama empat hari sejak 30 Juli.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260803-WA0004-129x85.jpg)
![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-129x85.jpg)






![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

