Beberapa pemikir yang bisa disebutkan sebagai pencetus pendidikan yang memerdekakan adalah Maria Montessori, Friederich Fröbel. Pada akhir abad ke-18 dan kemudian abad ke-19, istilah kemerdekaan dalam usaha pendidikan sudah mulai dikenal.
Akhir abad ke-19, pengertian kemerdekaan dikemukakan sebagai syarat mutlak untuk melakukan pendidikan, yang berdasarkan pengakuan kekuasaan kodrat manusia. Kedua pemikir tersebut berusaha untuk mengungkapkan pendidikan yang memerdekakan. Mereka berusaha untuk menemukan suatu rumusan tentang pendidikan yang memerdekakan yang jelas.
Konsekuensi dari usaha tersebut adalah mereka harus menemukan titik berangkat yang tidak bisa disanggah dan jelas pada dirinya sendiri. Titik berangkat tersebut menjadi fondasi pendidikan yang memerdekakan yang dibangun. Pendidikan yang memerdekakan yang mereka bangun disebut anthroposofis (manusia yang berpengetahuan).
Pendidikan yang memerdekakan
Menurut Maria Montessori pada dasarnya manusia dilahirkan di dunia sudah memiliki alat- alat untuk hidup. Sebagai seorang dokter ia mengetahui tumbuhnya jiwa dan jasmani anak-anak, mulai terjadinya benih manusia, hidup tumbuhnya di dalam kandungan dan seterusnya sesudah bayi lahir, dan juga mulai masa puber pertama.
Menurutnya ada hubungan erat antara gerak jiwa dan gerak badan anak-anak. Semuanya ini tidak terlepas dari gerak-gerik nafsu kodrati, yang dalam hidup anak-anak merupakan pusat dan sumber keinginan dan nafsunya.
Si pendidik harus mengerti, bahwa setiap tuntutan gerak-gerik anak-anak adalah tuntutan jiwa dan badan anak-anak secara psikologis.
Perintah atau paksaan dari pihak si pendidik mungkin bertentangan dengan tuntutan jiwa dan jasmani anak-anak, dan karenanya menghambat pertumbuhan atau kemajuan hidup anak-anak secara jasmani dan rohani. Montessori menjelaskan misalnya keinginan anak-anak untuk memegang segala apa yang ada disekitarnya kalau ia sedang berjalan. Ini menurut Montessori karena anak memiliki kekurangan untuk bergerak, memerlukan memegang-megang meja, kursi, almari, agar tidak lelah. Itulah sebabnya Montessori memakai dasar kemerdekaan dan kebebasan serta apa yang olehnya disebut spontanitet.
Spontanitet berarti gerak atau tindakan bebas dari anak-anak yang keluar dari keinginan sendiri, secara tiba-tiba tanpa memikirkan sesuatu terdahulu. Semua gerak-gerik anak-anak merupakan tuntutan jiwa-raganya, yang memberi kemajuan jasmani dan rohaninya. Orang hendaknya tidak menghalang-halanginya, hendaknya anak tidak dipaksa berbuat ini atau itu.



![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)



![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-129x85.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-129x85.jpg)




![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

