banner 2560x598

banner 2560x598

Herman Deru Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan di Sungai Rawas

  • Bagikan
Usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muratara dalam rangka peringatan hari jadi Muaratara ke-8, Gubernur Herman Deru melanjutkan agenda kerjanya dengan melakukan Penebaran puluhan ribu benih ikan jelawat dan ikan nilam di aliran Sungai Rawas Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, Selasa (29/6) siang.
Usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muratara dalam rangka peringatan hari jadi Muaratara ke-8, Gubernur Herman Deru melanjutkan agenda kerjanya dengan melakukan Penebaran puluhan ribu benih ikan jelawat dan ikan nilam di aliran Sungai Rawas Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, Selasa (29/6) siang.
banner 468x60

WIDEAZONE.com, MURATARA | Usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muratara dalam rangka peringatan hari jadi Muaratara ke-8, Gubernur Herman Deru melanjutkan agenda kerjanya dengan melakukan Penebaran puluhan ribu benih ikan jelawat dan ikan nilam di aliran  Sungai Rawas Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, Selasa (29/6) siang.  

Dengan didampingi Wabup Kabupaten Muratara, Inayatullah beserta Forkopimda Muratara dan tamu undangan lainnya seperti Bupati Dharmasraya (Sumbar), Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang juga  selaku  Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Menebar  20  ribu ekor ikan Jelawat dan 50 ribu ekor jenis  ikan Nilam .  

Saat dibincangi di sela-sela penebaran benih ikan ini, Gubernur Herman Deru mengaku bangga dengan adanya kegiatan tabur benih ikan di aliran sungai Rupit  tersebut. Selain manfaatnya bisa berdampak dengan ekonomi warga sekitar juga bernilai luhur sebagai bagian dari cara dalam mempertahankan kearifan lokal di  Sumsel. “Kita hari ini menabur benih ikan di sungai Rawas ditemani oleh Ketua APSI. Kenapa kita bangga bisa menunjukan bagaimana cara kita mempertahankan kearifan lokal,” ungkapnya.  

Menurut Herman Deru dalam mempertahankan kearifan lokal bukan hanya dalam hal  pakaian atau adat istiadat  saja melainkan juga melalui jenis-jenis makanan khas.   “Ini kan ikan jelawat yang ditabur yang merupakan  jenis ikan asli dari sungai ini yang mempunyai sejarah tinggi,” ucapnya.  

Penaburan benih ikan ini juga, lanjut Herman Deru bertepatan dengan HUT Kabupaten Muratara ke 8 tahun, dan dia harap masyarakat Kabupaten Muratara tetap mempertahankan kondisi sungai sebagai habitat ikan.  

“Di HUT ke 8 tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Muratara, Kegiatan kita ini menunjukan  bawa  kearifan lokal tetap terpelihara dengan baik. Kita harus maju tapi kita tidak boleh meninggalkan adat budaya kita,” tutupnya. (rel/Abr/Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *