Pemerintah Usulkan Perpanjangan IDRIP Guna Optimalkan Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto SSom MM memimpin pertemuan Steering Committee (SC) Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) di Jakarta, Selasa (28/11)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto SSom MM memimpin pertemuan Steering Committee (SC) Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) di Jakarta, Selasa (28/11)

WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Pemerintah Indonesia dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengusulkan perpanjangan waktu pelaksanaan Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang sebelumnya akan berakhir pada bulan Desember 2024 menjadi bulan Oktober 2025.

Hal itu diungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, SSos MM saat memimpin pertemuan Steering Committee (SC) IDRIP di Jakarta, pada Selasa (28/11). Suharyanto mengatakan, adanya penambahan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan ini diharapkan dapat menuntaskan pekerjaan yang tertunda akibat beberapa kendala di lapangan.

banner 468x60

“Kami mengusulkan perpanjangan program IDRIP sampai Oktober 2025, jika tidak diperpanjang kemungkinan ada sejumlah pekerjaan yang belum tercapai,” ucap Suharyanto.

Suharyanto yang juga menjabat sebagai Ketua SC IDRIP mengungkapkan, kendala dalam pelaksanaan IDRIP antara lain dengan adanya pandemi Covid-19 dan bencana-bencana besar yang sempat melanda Indonesia selama beberapa tahun terakhir.