“Melalui Motherschool para perempuan yang mengikuti pembelajaran saling bekerja sama untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan dalam mengasuh anak untuk mendukung anak-anak, terutama yang sudah mencapai usia remaja menemukan potensi mereka,” ujar Edit.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, Andiyanto meminta para perempuan yang telah mengikuti kelas Motherschool agar membagikan ilmu yang telah didapatkannya dengan memanfaatkan media sosial.
Terlebih, saat ini terdapat perempuan yang harus menjadi kepala keluarga karena suaminya meninggal akibat Covid-19. “Terhadap merekalah barangkali para perempuan yang telah mengikuti pembelajaran di Motherschool dapat lebih memberikan perhatian dan kepedulian, di dalam menyebarkan informasi mengenai bagaimana cara pengasuhan yang terbaik untuk anak-anak kita,” pungkas dia. (JN)



















