“Dengan demikian, kami jajaran Kemen PPPA sangat mengapresiasi inisiasi sekolah pengasuhan oleh Tanoker Ledokombo Indonesia dan Women without Borders Austria. Tidak hanya memberikan akses informasi dan pengalaman berharga bagi para pesertanya, tetapi juga memberikan komunitas yang suportif bagi para ibu untuk menjadi lebih tangguh dalam mendukung pengasuhan yang berkualitas,” kata dia.
Lebih lanjut, Plt. Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA, Indra Gunawan mengatakan Motherschool yang telah dilaksanakan di Jember dan Bondowoso merupakan sebuah model atau contoh baik yang dapat diimplementasikan di daerah lain.
“Mudah-mudahan ini nantinya tidak hanya di Jember atau Bondowoso saja, tetapi bisa disebarluaskan juga ke seluruh desa yang ada di Jawa Timur dan juga di Indonesia,” ungkap Indra.
Founder dan Executive Director Women without Borders, Edit Schlaffer mengatakan perempuan adalah guru pertama dalam kehidupan anak sehingga ibu yang kuat akan melahirkan anak-anak yang kuat dan tangguh pula.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















