Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini melanjutkan bahwa kesenjangan paradigmatik dalam pendidikan tak terlepas dari peradaban tradisi kultural nusantara yang dipengaruhi oleh penetrasi pendidikan barat yang terjadi pada zaman penjajahan bangsa Eropa di Tanah air.
“Kesenjangan paradigmatik ini sangat kompleks, tapi ini kurang lebih bisa kita katakan merupakan akibat dari perubahan-perubahan berskala peradaban yang dialami oleh dunia akibat penetrasi barat dan mau tidak mau juga menimpa komunitas-komunitas muslim di Indonesia, seperti pembedaan perlakuan antara kaum priyayi dan pribumi,” terangnya.
Ketua Umum PBNU ini juga menjelaskan bahwa peradaban tradisional yang sudah terlanjur mapan tersebut berlanjut dalam penerapan kurikulum yang konteks dasarnya masih merujuk pada wawasan dari abad pertengahan.
“Semua itu membekas sedemikian rupa sehingga membuat kita gagap dalam menghadapi berbagai macam tuntutan masa kini karena bayang-bayang dari paradigma tradisional yang sudah begitu mapan,” lanjutnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-225x129.jpg)





![Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional [KEN] dan isu strategis cadangan energi nasional di Universitas Sriwijaya, Jumat 31 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260731-WA0018-129x85.jpg)







![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

